110 Warga Binaan Positif Covid-19, Lapas Perempuan di Gowa Tak Terima Narapidana

Merdeka. com – Covid-19 sudah menginfeksi 100 warga arahan di Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Sulsel. Sehingga untuk sementara, Lapas tersebut tidak menerima tahanan perempuan dengan kehormatan narapidana demi mengantisipasi masifnya penularan.

“Mengingat kondisi Lapas Perempuan Sungguminasa yang kini bercabul Covid-19, untuk sementara pengiriman tahanan perempuan dengan status narapidana dapat dialihkan atau dititip di Rutan Makassar . Tersebut untuk menghindari penyebarannya, ” sebutan Kepala Rutan Kelas I Makassar, Sulistyadi, Rabu (24/6).

Dia menjelaskan, tahanan perempuan dengan dimaksud adalah tahanan yang tersedia di Polda, Polres, Polsek & sudah jatuh vonis.

“Prosedurnya, jika tahanan telah anjlok vonis atau sudah berstatus tahanan langsung dikirim ke Rutan untuk sementara waktu hingga lepas peredaran 14 hari atau hingga Lapas Perempuan Sungguminasa dinyatakan benar-benar sudah steril, baru bisa menerima lagi” jelasnya.

Sementara benduan lain untuk kasus pidana ijmal dan tipikor, lanjut Sulistyadi, tepat didrop di Lapas Kelas I Makassar. Untuk tahanan narkotika tepat dikirim ke Lapas Narkotika Sungguminasa dan tahanan anak yang juga sudah jatuh vonis langsung diarahkan ke Lembaga Pembinaan Khusus Bani (LPKA) Maros.

“Besok di Rutan Kelas I Makassar sudah mulai menerima, secara berantara. Untuk gelombang pertama, maksimal 70 orang, ” ujarnya.

Dia menambahkan, rapat koordinasi yang digelar bersama aparat hukum wilayah Makassar dan Gowa ini adalah tindak lanjut dari surat Penasihat Jenderal Pemasyarakatan terkait Penerimaan Tahanan Pengadilan di era Normal Gres ini. Sehingga dirasa perlu mempercakapkan soal teknis secara bersama untuk disepakati dan menjadi pedoman di pelaksanaannya.

Selain soal pengalihan tahanan, dalam rapat harmonisasi ini juga menyepakati tahanan Meja hijau yang sementara menjalani proses konvensi dapat diterima di Rutan. Demikian juga dengan tahanan yang masih upaya hukum.

“Tahanan yang diterima di Rutan Makassar adalah yang telah menjalani serangkaian protocol Covid-19, salah satunya rapid test dengan hasil non-reaktif. Rapid test dilaksanakan oleh Kejaksaan, ” pungkasnya. [fik]