2 Provokator Penyerangan Polisi di Pekanbaru Berhasil Ditangkap

Merdeka. com – Dua provokator penyerangan polisi saat menangkap tiga pengedar narkoba di Kecamatan Pekanbaru Kota, Pekanbaru, Provinsi Riau. Kedua pelaku yang ditangkap Dasar Reserse Kriminal Polresta Pekanbaru merupakan warga Jalan Pangeran Hidayat.

Kapolresta Pekanbaru Komisaris Gede Nandang Mu’min Wijaya menyebut kedua pria berinisial AK dan AF ini memulai meneriaki polisi masa menggeledah sebuah rumah. Teriakan keduanya untuk membebaskan ketiga pengedar sabu itu menyebabkan reaksi puluhan masyarakat lain.

Nandang mengecap keduanya juga memulai melempari aparat ketika ketiga pengedar tersebut mau dibawa ke Mapolresta Pekanbaru. Beruntung kejadian ini tidak melukai polisi di lokasi.

“Keduanya juga memulai merusak sepeda motor milik anggota, ” kata Nandang di Mapolresta Pekanbaru, Jumat (6/11). Dikutip dari Liputan6. com.

Dalam kasus ini, petugas menyita sejumlah batu sebagai bahan bukti. Keduanya terancam hukuman kurungan 7 tahun karena menghalangi penindakan tindak pidana narkoba.

“Keduanya kenal dengan tiga tersangka pengedar narkoba, keduanya ingin temannya itu dilepas, ” ucap Nandang.

Nandang menduga keduanya termasuk jaringan pengedar di kawasan yang dikenal sebagai ‘Kampung Narkoba’ itu. Dugaan ini menguat sebab keduanya merupakan pemakai narkoba.

“Hasil tes urine keduanya positif mengonsumsi narkoba, ” kata Nandang.

Adapun 3 tersangka yang sebelumnya ditangkap berinisial DH, MP, dan AR. Itu sudah lama menjadi target petugas karena sering menjual narkoba dalam daerah tersebut.

Nandang menyebut ketiga tertangkap di sebuah rumah di gang sempit Tiang Pangeran Hidayat. Nandang menyebut rumah itu sebagai loket penjualan sabu.

“Dari penggeledahan mula-mula ditemukan 15 paket sabu jadi edar, ” kata Nandang.

Selanjutnya, tiga tersangka dibawa ke rumah lain untuk pencarian barang bukti lainnya. Dari lokasi kedua ini petugas menemukan lagi 5 paket kecil sabu jadi edar.

Petugas selalu menyita 4 timbangan digital, ratusan plastik bening pembungkus sabu, kekayaan Rp2 juta lebih diduga hasil jual beli narkoba dan kira-kira telepon genggam.

“Saat proses penggeledahan ini terjadi aktivitas perlawanan dari sejumlah warga, ke-2 orang ini sebagai provokator, ” kata Nandang. [cob]