5 Nelayan Gunakan Bom untuk Tangkap Ikan di Taman Nasional Komodo

Merdeka. com kepala Lima nelayan yang menangkap ikan menggunakan bahan peledak (bom) di Perairan Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditahan tim operasi gabungan Balai Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Kelima nelayan masing-masing berinisial Ed (27), Re (15), Sungguh (16), In (28) serta Ya (31) yang menyelenggarakan praktik bom ikan pada Selat Laju Pemale, Kecamatan Komodo, Taman Nasional Komodo, ” kata Kepala Balairung Gakkum KLHK Jawa Bali Nusa Tenggara (Jabalnusra) Muhammad Nur, Rabu (14/4).

Dari para karakter, tim menyita sejumlah bahan bukti antara lain 1 perahu motor, 26 botol bom ikan yang jadi digunakan, 19 detonator dengan belum dirakit, 1 detonator yang sudah dirakit dengan kabel dan lampu LED.

Selain tersebut 1 kompresor, 1 bagian sampan, 2 gulung benang jahit, 16 lampu LED, 1 gulung kabel, 300 kg ikan berbagai jenis serta sejumlah barang informasi lainnya.

Cara penangkapan ikan yang merusak, lanjut dia, sampai era ini belum bisa dihentikan. Pencegahan terus diupayakan laksana sosialisasi ke masyarakat & patroli mengamankan wilayah Taman Nasional Komodo.

Untuk itu, lanjut tempat, praktik penangkapan ikan dengan merusak ekosistem di Taman Nasional Komodo akan terus diproses agar ada hasil jera.

Pihaknya juga akan terus mengusut dan mencari pelaku intelektualnya, baik yang mendanai maupun yang mensuplai bahan-bahan pembuatan bom ikan.

“Intinya kami tidak berehat hanya menyidik pelaku lapangan, ” katanya.

Para pelaku yang ditangkap dijerat dengan Pasal 98 Ayat 1 Jo. Perkara 40 Ayat 2 Undang-Undang No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Jo. Perkara 33 Ayat 3, Peraturan No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Gaya Alam dan Ekosistemnya, Jo. Pasal 55 KUHP secara ancaman hukum pidana kurungan maksimal 10 tahun serta denda maksimal Rp 10 miliar. [cob]