878 Babi di Palembang Mati Terserang Demam Afrika

Langgas. com – 878 ekor babi mati mendadak di Kota Palembang karena terserang Africa Swine Faver atau Demam Babi Afrika. Hal itu bersandarkan hasil pemeriksaan salah satu contoh yang dikirim ke Balai Veteriner Lampung.

“Sudah positif untuk daging (sampel) yang dijual di pasar, kalau di kampung sudah tidak ditemukan lagi, ” ujar Kepala Seksi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palembang, drh Jafrizal pada Antara, Sabtu (12/7).

Menurut dia, meski mungkin sudah ada yang dikonsumsi oleh warga, keturunan babi tersebut tetap aman karena jenis penyakit itu hanya menular dari hewan yang sakit ke hewan lainnya, serta belum pernah terbukti menular ke manusia.

Sebelumnya pada akhir Mei 2020, ratusan babi milik penjaga di kawasan Talang Buruk Palembang mati mendadak dengan gejala demam tinggi dan merah pada jangat, namun ternyata kasus tersebut sudah terjadi sejak Maret dan total terdapat 878 ekor babi yang mati.

Selain meneropong kematian babi yang baru prima kali terjadi di kota pempek itu, pihaknya juga menyebut masuknya ratusan babi tersebut ilegal, karena tidak memiliki izin dari Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Sumsel.

“Harusnya tersedia izin masuk dari DPKP Sumsel dan surat kesehatan hewan dari daerah asal, sebab babi-babi itu datangnya dari provinsi lain, ” tambah drh Jafrizal yang juga pejabat otoritas veteriner Kota Palembang.

Atas temuan meyakinkan dan ilegal tersebut, Pemkot Palembang akan melakukan pembinaan kepada penyalur dan pemasok agar memperhatikan masalah administrasi tekait izin masuk mengikuti surat kesehatan hewan.

“Yang penting diperhatikan adalah dilarang memasukkan hewan dari daerah dengan terserang wabah, ” tambahnya.

Pihaknya juga akan memajukan pengawasan lalu lintas hewan peliharaan, meningkatkan usaha disinfektan dan biosecurity di tempat penampungan dan kandang. [eko]