Anies Bandingkan Wabah Flu Spanyol dengan Pandemi Covid, Aliran Kedua Tertinggi

Merdeka. com kepala Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumpulkan seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk turut aktif menangani pucuk pandemi Covid-19 saat ini. Menurut Anies, Jakarta era ini sedang dalam fase gelombang kedua dari pandemi.

Berkaca di dalam sejarah flu Spanyol di 1918, gelombang pandemi berlaku dalam beberapa fase. Serta fase tertinggi dikatakan Anies, terjadi gelombang ke-2.

“Dari piawai pandemi flu Spanyol terjadi dalam 3 gelombang & gelombang kedua adalah dengan tertinggi begitu juga begitu terjadi pada kita sekarang ini, ” ujar Anies yang dikutip melalui channel YouTube Pemprov DKI Jakarta, Jumat (2/7).

Dari kumpulan data kejadian selama pandemi di Jakarta sejak Maret 2020, jumlah kasus kali ini melebihi dari puncak jumlah peristiwa di gelombang pertama.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu makin mengaku potensi lonjakan pandai masih akan terus terjadi, jika seluruh pihak tak saling bahu-membahu menangani pandemi Covid-19 saat ini.

“Kita belum tahu kapan itu akan beradu, dan itu akan bersandar kepada keseriusan kita, ” pungkasnya.

Biar puncak gelombang kedua tak terus meroket, Anies menekankan seluruh jajarannya terlibat rajin di tempat tinggalnya, di dalam 3 hal; pertama; mengakomodasi warga yang telah terpapar, kedua; menolong warga yang belum terpapar, ketiga; membantu warga kesulitan kebutuhan mendasar selama masa PPKM Kritis.

Sikap membantu ini tidak melulu dikerjakan di lingkup DKI Jakarta. Sebab Anies meyakini penuh ASN Jakarta berdomisili dalam kota-kota penyangga ibu praja.

“Datangi posko-posko tempat anda tinggal, sebab kita semua tinggal pada wilayah Jabodetabek dan satu wilayah ini semuanya sebanding, kita berada di zona PPKM Darurat, ” lugasnya.

Langsung pukul 00. 00 WIB tanggal 3 Juli, Pulau Jawa dan Bali menerapkan kebijakan PPKM Darurat sampai 20 Juli.

PPKM darurat ini diklaim akan dilakukan lebih sendat daripada yang selama itu telah berlaku.

Sejumlah pengetatan aktivitas dikerjakan dalam PPKM Darurat itu. Di antaranya, seluruh personel kantor yang tidak mendalam dalam kategori sektor essential bekerja dari rumah 100 persen.

Untuk pekerjaan yang masuk dalam kategori essential, diberlakukan bekerja di kantor dengan daya 50 persen saja. Daerah essential adalah keuangan serta perbankan, pasar modal, sistem pembayaran, teknologi informasi & komunikasi, perhotelan non pengerjaan karantina Covid-19, serta pabrik orientasi ekspor.

Sementara untuk pekerjaan bagian kritikal, diperbolehkan masuk 100 persen. Kategori ini di antaranya, energi, kesehatan, ketenteraman, logistik dan transportasi, industri makanan, minuman dan penunjangnya, petrokimia, semen, objek genitalia nasional, penanganan bencana, order strategis nasional, konstruksi, guna dasar (seperti listrik serta air), serta industri pelepasan kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari.

Dalam PPKM Darurat ini, seluruh kesibukan belajar mengajar tatap membuang juga ditiadakan. Seluruhnya dilakukan secara online atau daring. [bal]