Bagian DPR Desak Dinsos Mendekati ODGJ Korban Pemerkosaan di Lampung

Merdeka. com – Kasus pemerkosaan yang dialami perempuan ODGJ di Tugu Durian, Kelurahan Sukadana, Kecamatan Tanjungkarang Barat kota Bandar Lampung pada Jumat dini hari (11/6) lalu mendapat perhatian sebab anggota komisi III DPR, Taufik Basari.

Peristiwa yang sempat terekam Kamera tilang elektronik (ETLE) yang terpasang tak jauh dari lokasi kejadian maka saat ini belum ada informasi penanganannya oleh bagian kepolisian .

Taufik di keterangannya, Sabtu (10/7) mengucapkan, ODGJ atau orang secara gila kerap menerima diskriminasi dari masyarakat karena dianggap berperilaku menyimpang. Padahal lanjutnya, ODGJ juga punya sah untuk mendapatkan perlakuan yang baik, memperoleh perlindungan serta kenyamanan dari negara.

Dia menjelaskan, di Undang-Undang Nomor 36 Tarikh 2009 tentang Kesehatan Bab 148 ayat (1) serta Pasal 149. Pasal 148 ayat (1) berbunyi: Penanggung gila mempunyai hak yang sama sebagai warga negeri.

Pasal 149: Penderita gangguan jiwa yang terlantar, menggelandang, mengancam keselamatan dirinya dan/atau orang lain, dan/atau mengganggu ketertiban dan/atau ketenangan umum wajib mendapatkan pengobatan dan perawatan di wahana pelayanan kesehatan.

“Di sini jelas serupa apa peran negara kepada OGDJ, ” ungkap Taufik.

Anggota DPR RI Fraksi NasDem yang membidangi hukum ini menodong ada keseriusan dan perhatian terhadap para OGDJ cantik dari pemerintah maupun abdi keamanan sehingga hak-hak itu sebagai warga negara mampu terpenuhi.

Taufik juga menyoroti peran daripada dinas sosial yang dipandang belum maksimal melindungi serta memberikan pendampingan terhadap ODGJ.

Untuk itu, dirinya berharap korban ODGJ dalam kasus yang terjadi di Tugu Durian, kudu memperoleh pendampingan, perawatan serta pemulihan secara psikologis. Pemprov dan Pemkot diminta mengisbatkan pemulihan korban terwujud.

Taufik juga mempertanyakan belum adanya informasi bahwa pelaku pemerkosaan tersebut ditangkap dan diproses hukum. “Para pelaku harus diusut jangan sampai masih berkeliaran sebab mereka telah melakukan kedurjanaan, ” ujar Taufik.

Terakhir, Taufik menodong kelompok masyarakat terutama dengan bergerak dalam bidang pembelaan dan pendampingan, memberikan mengindahkan terhadap para ODGJ dengan terlantar di jalan, sebab tidak menutup kemungkinan sedang banyak di luar kian yang mengalami hal dengan sama. [bal]