Batal Berangkat, 60 Calon Kelompok Haji di Aceh Renggut Pelunasan

Merdeka. com – Sebanyak 60 calon jemaah haji Embarkasi Aceh yang sebelumnya terjadwal berangkat tahun 2020 serta 2021, mengambil kembali premi pelunasan melalui Kantor Provinsi Kementerian Agama (Kankemenag) setempat.

Kepala Tempat Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Aceh Arijal menjelaskan, dari 60 himpunan yang menarik kembali setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih), 45 massa melakukannya pada 2020, yakni sejak diumumkan pembatalan pemberangkatan jemaah pada musim haji 2020 M/1441 H karena pandemi Covid-19.

Sebanyak 15 jemaah yang lain melakukan penarikan pada 2021, sejak diumumkan pembatalan transmisi jemaah pada musim haji 2021 M/1442 H, serupa karena Covid-19 pada bulan Juni 2021.

“Sejak turunnya Keputusan Gajah Agama (KMA) Nomor 660 Tahun 2021 tentang Penghapusan Keberangkatan Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1442 H/2021 M, hanya tersedia 15 jemaah yang lakukan penarikan setoran pelunasannya, ” katanya, Rabu (14/7).

Dia memaparkan, keterangan yang masuk merupakan rekapitulasi dari Sistem Informasi & Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) per Selasa (13/7).

“Jadi jika ditambah dengan jemaah yang lakukan penarikan setoran pelunasan tarikh 2020 yang sebanyak 45 jemaah dan tahun 2021 sebanyak 15 jemaah, oleh karena itu totalnya ada 60 massa yang melakukan penarikan sedekah setoran pelunasannya, ” jelasnya.

Arijal mengucapkan, pengembalian setoran pelunasan Bipih tidak menghilangkan nomor antrean jemaah. Dia mempersilakan kelompok yang ingin mengambil balik setoran pelunasan Bipih untuk membuat pengajuan ke Kankemenag kabupaten atau kota wadah mendaftar.

“Tetap akan diprioritaskan tahun depan, asalkan hanya mengambil persediaan setoran pelunasan. Namun bila mengambil dana setoran asal, maka dianggap telah menggugurkan pemberangkatan dan tidak memperoleh porsi, ” pungkasnya. [yan]