Bawaslu Temukan Iklan Paslon di Medsos Tak Sesuai Jadwal Kampanye

Merdeka. com – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) menemukan paslon yang sudah melakukan iklan kampanye dalam media sosial di luar jadwal yang sudah ditentukan. Padahal, di PKPU 13 tahun 2020, paslon boleh mulai melakukan kampanye dalam medsos pada tanggal 22 November 2020.

“Iklan jika kita mengacu pada tahapan yang sudah diatur KPU harusnya mampu dimulai tanggal 22 November 2020, tapi dalam praktek kami menjumpai iklan berbayar itu sudah dilakukan oleh paslon, ” kata Bagian Bawaslu Fritz Siregar dalam perbincangan Lembaga Sensor Film RI, Selasa (24/11).

“Bahkan tersedia paslon yang sudah menghabiskan satu miliar untuk iklan di jalan sosial, hal tersebut bisa memeriksa, ” tambah dia

Bawaslu juga menemukan 380 URL di internet yang melanggar di tahapan Pilkada 2020. 182 antara lain sudah diminta Bawaslu untuk diturunkan atau take down.

“Selama pengawasan konten Internet Bawaslu telah memeriksa 380 URL dengan dianggap telah melanggar undang-undang penetapan atau perundang-undangan pidana, ataupun undang-undang ITE, 182 tautan telah saya kirimkan untuk di take down, ” ucapnya.

Selain itu, Fritz menambahkan, selama pengawasan masa kampanye di hari ke-50, banyak paslon masih mempergunakan pertemuan tatap muka sebagai kegiatan usaha. Padahal, pemerintah sudah mengajak untuk kampanye secara daring.

“Jadi bandingkan dengan kampanye daring, jadi meskipun ada Bawaslu, KPU, pemerintah melalui Mendagri mengajak aksi secara daring, Tetap dalam realitas di lapangan banyak paslon itu banyak mempergunakan kampanye secara tatap muka, ” pungkasnya. [fik]