Bengkok Hasil Obligasi AS Mendarat, Rupiah Menguat ke Rp14. 483 per USD

Merdeka. com – Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat dalam perdagangan hari ini, Rabu (7/4). Pagi ini, Rupiah dibuka di Rp14. 485 per USD, menguat dibanding penutupan di perdagangan sebelumnya di Rp14. 505 bohlam USD.

Mengutip data Bloomberg, Rupiah kemudian melemah secara perlahan maka kembali ke posisi Rp14. 505 per USD. Namun, Rupiah kembali menguat & saat ini berada pada posisi Rp14. 490 mulai USD.

Tim Riset Monex Investindo Futures dalam kajiannya mencatat, biji tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta berpeluang menguat, seiring turunnya bengkok hasil (yield) obligasi Amerika Serikat (AS).

“Dolar AS masih nampak melanjutkan pelemahan kemarin pada awal perdagangan hari Rabu (7/4), akibat aksi renggut untung kuatnya dolar selama dua pekan terakhir serta turunnya tingkat imbal hasi obligasi Pemerintah AS, ” tulis tim di Jakarta, dikutip Antara, Rabu (7/4).

Dolar AS outlook-nya melemah seiring turunnya tingkat imbal hasil obligasi AS dibalik ekspektasi pasar yang menurunkan ekspektasi garang bahwa bank sentral GANDAR, Federal Reserve (Fed), mau memperketat kebijakannya lebih mula dari yang dijanjikan.

Imbal hasil obligasi terus turun dari kelas tertinggi, mengurangi kekhawatiran mau kenaikan inflasi. Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun turun 7 basis poin menjadi 1, 65 persen pada Selasa (6/4) lalu.

“Untuk perdagangan hari ini, lupa uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuasi namun ditutup menguat di rentang Rp14. 480 hingga Rp14. 520, ” kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi. [azz]