Buntut Lonjakan Pengunjung, Pemprov Terapkan Ganjil Genap Buka Kios di Tanah Abang

Merdeka.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengambil langkah rekayasa terhadap kios-kios Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Buntut lonjakan pengunjung dalam kurun tiga hari, sejak Jumat (30/4)- Minggu (2/5).

Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Arief Nasrudin mengatakan, kios di lantai ganjil diminta untuk tutup kios pukul 4 sore. Sedangkan, kios di lantai genap tutup pukul 5 sore.

“Hal ini untuk mencegah penumpukan keluar pengunjung secara bersamaan,” kata Arief, Senin (3/5).

Selain penyesuaian jam operasional kios, Arief memastikan jumlah pengunjung Pasar Tanah Abang hari ini telah menerapkan maksimal 50 persen dari kapasitas pasar.

Penjagaan jumlah kapasitas pengunjung dilakukan oleh aparat keamanan yang telah mendirikan posko atau tenda di sekitar Pasar Tanah Abang.

“Sejak dibukanya Pasar Tanah Abang pagi ini petugas sudah mengatur pembatasan pengunjung 50 persen dari kapasitas pasar serta dilakukan pengaturan terhadap alur masuk dan keluar,” jelasnya.

Arief tidak menyebutkan rincian jumlah detil terkait pengunjung pusat grosir terbesar di Jakarta itu.

Upaya menekan lonjakan masyarakat di Pasar Tanah Abang juga dilakukan dengan cara rekayasa lalu lintas kendaraan pribadi.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan rekayasa ini bertujuan untuk menekan mobilitas masyarakat ke Pasar Tanah Abang.

Kendati KRL dan kendaraan pribadi mengalami rekayasa lalu lintas. Syafrin mengatakan transportasi publik selain KRL beroperasi secara normal tanpa menjalani rekayasa.

“Untuk angkutan umum tetap. Kendaraan pribadi saja yang dilakukan rekayasa lalu lintas,” ucap Syafrin.

Pada kesempatan sebelumnya Direktur Niaga PT Kereta Api Indonesia (KAI) Dadan Rudiansyah menjelaskan rekayasa KRL untuk mengurangi kepadatan penumpang, kereta tidak akan berhenti di Stasiun Tanah Abang pada pukul 15.00-19.00 Wib. Karena hal itu, dia meminta agar masyarakat dapat mendatangi stasiun terdekat, yakni Stasiun Duri ataupun Karet.

“Jadi nanti dialihkan ke stasiun-stasiun kiri-kanan (Duri dan Karet) biar enggak menumpuk di Tanah Abang,” ucapnya.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan pihaknya akan melakukan pengendalian untuk pembatasan calon penumpang yang akan menggunakan KRL. Yakni mulai dari kawasan sebelum menaiki jembatan penyeberangan multiguna (JPM).

“Kemudian juga di sisi utara, di ujung utara Jalan Jatibaru, di situ ada tempat untuk Transjakarta masuk, itu akan jadi tempat antrean juga. Sehingga nanti akan ada penertiban untuk antre masuk ke dalam stasiun,” ucap Anies.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu juga mengatakan jumlah pengunjung Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat mengalami peningkatan. Yakni bila dibandingkan dengan jumlah pengunjung pada Sabtu (1/5) yang mencapai 87 ribu orang.

“Hari Sabtu terjadi lonjakan jumlah pengunjung yang sebelumnya 35 ribu jadi 87 ribu. Dan hari ini data sementara diperkirakan sekitar 100 ribu pengunjung,” jelas Anies.

Namun, aksi penertiban oleh Pemprov DKI dinilai terlambat. Anggota DPRD DKI Gilbert Simanjuntak mengatakan, keramaian di Pasar Tanah Abang terjadi akibat adanya kelalaian pihak terkait.

“Saya lihat ada yang lalai dengan tugasnya dan harus ada yang bertanggungjawab,” ucap Gilbert.

Sementara Wakil Ketua DPRD Zita Anjani mengatakan aktivitas perekonomian di Pasar Tanah Abang merupakan hal wajar mendekati lebaran. Hanya saja Pemprov DKI dan masyarakat wajib sama-sama menyadari dan tertib dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Ini momentum lebaran. Boleh buka, boleh belanja, tapi tetap prokes. Jadi ekonomi terus jalan, kesehatan tetap terjaga,” kata Zita. [rhm]