Cakupan Vaksinasi Nasional Capai 90 Juta untuk Dosis Prima dan 50 Juta Jumlah Lengkap

Merdeka. com – Pemerintah menyimpan cakupan vaksinasi nasional tetap meningkat. Begitu pula dengan indikator penanganan Covid-19, di dalam momentum yang baik. Bersamaan dengan hal tersebut prakata beberapa kegiatan sosial tercatat Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas, dilakukan pemerintah. Namun begitu masyarakat tetap diharapkan disiplin menegakkan protokol kesehata n dan selektif pada bepergian. Pemerintah juga mendorong kemudahan penggunaan PeduliLindungi pada upaya proteksi kesehatan awak.

Juru Kata Pemerintah untuk Covid-19, dr. Reisa Broto Asmoro menyampaikan, cakupan vaksinasi nasional bola lampu Rabu (29/9) jam 12. 00 WIB, untuk jumlah pertama mencapai hampir 90 juta dosis.

“Angka ini sama secara kita hampir memvaksinasi seluruh populasi Vietnam. Hampir 3 kali populasi Malaysia. & ini sebuah capaian dengan tidak kecil dengan membabitkan lebih dari 100 ribu vaksinator dan ratusan seperseribu relawan, ” katanya di dalam keterangan tertulisnya.

Selain itu, sebanyak lebih dari 50 juta dengan telah divaksinasi lengkap (dua dosis). “Jumlah ini sepadan dengan memvaksinasi seluruh warga Singapura dengan 10 kali putaran, yang dilakukan hanya dalam 9 bulan, ” ujar Reisa.

Reisa menambahkan jika jalan tidak akan berhenti sampai di sini. “Selamat dan salut atas semua dengan sudah bekerja keras. Masih banyak saudara kita yang belum mendapatkan haknya. Kita pastikan vaksinasi itu merembet dan setara, untuk lansia, penyandang disabilitas dan anak-anak kita tercinta, ” ujarnya.

Prinsip menyeluruh dan setara itu serupa berlaku untuk Warga Negara Asing (WNA). Menurut Keputusan Menkes No. HK. 01. 07/MENKES/4638/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rencana Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), selain diplomat dan pemegang kartu izin tinggal KITAS & KITAP, warga negara aneh yang berstatus pengungsi pula berhak divaksinasi dengan mendaftarkan skema vaksin Gotong Royong.

Reisa mengatakan, keluarga besar badan UN Agencies yang bernaung dalam bawah Perserikatan Bangsa had kini sudah memvaksin 300 pengungsi di bawah skema Gotong Royong. Pemerintah wilayah juga dapat memfasilitasi vaksin untuk pengungsi dengan daftar cakupan vaksinasi daerah sedikitnya mencapai 70% untuk dosis pertama.

“Langkah ini menunjukkan Indonesia menjunjung National Unity and Ijmal Solidarity sebagai kunci untuk mengatasi pandemi, ” tambahan Reisa.

Tempat juga menekankan bahwa anak-anak harta terpenting dalam hidup kita, maka dari tersebut benteng kesehatan dalam tanggungan dipertahankan kekuatannya. Hal tersebut penting dilakukan dalam menunjang Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dan jaga kewaspadaan terhadap adanya kemungkinan varian gres apabila musim berubah.

Reisa mengingatkan, dengan pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kesibukan Masyarakat (PPKM) maka konsekuensinya mobilitas masyarakat makin tinggi. Untuk itu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Bani telah mengeluarkan panduan protokol kesehata n untuk anak, di antaranya berisi tips aktivitas di luar sendi mencakup memakai masker dengan baik dan benar, rajin mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak dari orang lain, jauhi kerumunan dan kurangi mobilitas.

“Keluarga harus selektif di dalam bepergian. Pastikan kondisi tubuh sehat walafat, bawa seluruh perlengkapan prokes yang diperlukan. Pastikan keluar rumah buat kembali produktif. Ketika pulang ke rumah jangan langsung bersentuhan dengan anggota puak atau barang yg dipergunakan keluarga misal alat mamah. Bersihkan barang bawaan dari rumah, mandi, ganti baju bersih sebelum kontak dengan anggota keluarga lainnya, ” tutur Reisa.
Kesibukan di luar rumah kudu mencegah timbulnya penularan anyar. “Harus tetap bermasker terutama di ruang publik. Tanpa berkerumumn apalagi sengaja memicu kerumunan, ” imbuh Reisa.

Peningkatan pergeseran tetap harus diikuti secara prokes. Reisa memuji Kota Bandung yang mulai menggelitik dengan pelancong namun pasti patuh prokes dan menggunakan masker. Di beberapa kecamatan bahkan kepatuhan mencapai 100%.

Agar PTM dapat dilakukan dengan tenang, masker harus digunakan secara benar dan tidak dibuka – buka. “Protokol kesehatan tubuh PTM harus dilakukan dengan aman. Titik lengah PTM di sekolah adalah era peserta didik berinteraksi dengan keluarga di rumah, ” ujar Reisa.

Untuk memandu PTM, Satgas Perubahan Perilaku telah mencetak panduan bagi pengampu. “PTM hanya dilakukan di bukan wilayah yang bukan PPKM Level 4. Wali harus memastikan anak sehat tak sakit saat berangkat madrasah. Pastikan tidak demam batuk atau sesak napas. Jika anak sakit jangan dipaksa ke sekolah, ” beber Reisa.

Reisa menambahkan, pastikan anak memakai masker sesuai standar. “Masker ganda lebih baik, Bekali anak dengan seperangkat prokes berupa masker cadangan, hand sanitizer, tisu basah serta kering, ” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dr. Siti Nadia Tarmizi, M-Epid menjelaskan data terkait penggunaan PeduliLindungi & perkembangan Covid-19 di negeri.

Pemerintah, menurut Nadia, akan memaksimalkan praktik PeduliLindungi sebagai alat monitoring mobilitas masyarakat. Pada Oktober mendatang, Kemenkes akan memper fitur PeduliLindungi sehinga bisa diakses di aplikasi platform digital lainnya yang sudah berkoordinasi, seperti Gojek, Grab, Link Aja, Tokopedia, Traveloka, Tiket, Dana, Cinema XXI, hingga Jaki, yakni praktik layanan publik yang dibuat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta .

Nadia mengatakan, ke depannya masyarakat tidak menetapkan mengunduh aplikasi PeduliLindungi terutama yang tidak memakai hp pintar. Bagi masyarakat yang ingin bepergian dengan udara dan kereta api, sekalipun tanpa mengunduh aplikasi PeduliLindungi, status hasil tes swab PCR maupun antigen & sertifikat vaksin warga yang bepergian tetap bisa teridentifikasi. Status tersebut bisa diketahui melalui nomor NIK masa membeli tiket.

Warga yang naik andong api, hal itu telah tervalidasi pada saat pesan tiket., sehingga tanpa menggunakan handphone pun itu bisa diidentifikasi bahwa yang bersangkutan sudah memiliki vaksin dan ada hasil tesnya (PCR atau antigen).

Masyarakat juga bisa memeriksanya secara mandiri di penerapan PeduliLindungi di tempat dengan tidak terintegrasi dengan permintaan PeduliLindungi. Caranya dengan memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Nantinya, masyarakat dapat keahlian langsung mengenai kelayakan statusnya untuk masuk ke wadah tersebut melalui notifikasi dengan muncul. “Masyarakat tidak menetapkan ragu mengunduh PeduliLindungi karena tujuannya berikan perlindungan terhadap Covid-19, ” ujar Nadia.

Nadia memberikan tren positif terkait COVID-19 terus menunjukkan perbaikan. Nilai COVID-19 nasional mingguan mendarat 26 persen sedangkan moralitas menurun 37 persen, namun masih ada insiden janji tinggi di Kalimantan Mengadukan.

Testing rate nasional naik menjadi 4, 4 orang per 1000 per minggu, di akan standar WHO yang mensyaratkan 1 per 1000 orang per minggu. Sejumlah daerah bahkan menunjukkan testing rate tinggi, yaitu DIY, Kepulauan Riau, Kalimantan Timur dan DKI Jakarta.

Positivity rate nasional serupa di angka 1, 4% jauh dari angka 5% yang ditentukan WHO. Keterisian peraduan saat ini tak ada yang di atas 60%. “Tren positif itu sebagai bukti keseriusan kita semua dalam mengendalikan pandemi, ” tandas Nadia.

Nadia mengingatkan vaksinasi lansia harus ditingkatkan. Sedang ada sejumlah wilayah yang vaksinasi lansia dosis prima rendah, yaitu Sumatera Barat, Aceh, Maluku Utara & Papua. “Kami berharap desain dapat disusun sesuai secara permasalahan atau hambatan yang spesifik di masing -masing wilayah untuk meningkatkan cakupan pada kelompok rentan itu, ” pungkasnya. [fik]