Ditemui Airlangga Hartanto, Buya Syafii Keluhkan Indonesia Krisis Negarawan

Merdeka. com – Menko Perekonomian Airlangga Hartanto mengunjungi kediaman Bapak Syafii Maarif di Perum Nogotirto, Kabupaten Sleman, Sabtu (19/6). Dalam silaturahmi itu, Ketua Umum Partai Golkar ditemani Menteri Perindustrian Agus Gumiwang.

Pertemuan dilaksanakan tertutup. Kurang lebih satu jam Buya Syafii menjamu Airlangga dan Agus.

Saat ditanya tentang obrolannya dengan Kiai Syafii, Airlangga enggan menjawab. Dia menyebut pertemuan tersebut hanya silaturahmi. “Ini silaturahmi dengan anak bangsa, ” ucapnya.

Tengah itu, Buya Syafii Bapak Syafii membeberkan bahwa di dalam pertemuan itu sejumlah permasalahan bangsa dan politik nasional. Meski demikian, tak ada obrolan tentang keinginan Airlangga maju sebagai capres dalam Pilpres 2024.

Ini kali pertama Bapak Syafii berbincang dengan Airlangga. Dari empat menteri pemimpin (Menko), Airlangga menjadi sosok yang terakhir bersilaturahmi ke rumahnya.

“Diskusinya panjang dan hangat. Tetap terang saya baru pertama kali (ngobrol dengan Airlangga). Dari Menko ada 4, ini (Airlangga) yang final datang ke rumah. Dengan lain sudah datang semua, ” ungkapnya.

Mantan Ketua PP Muhammadiyah ini memaparkan dalam pertemuan itu dirinya sempat membahas tentang krisis negarawan dalam Indonesia. Dia menjabarkan masa ini di Indonesia lebih banyak politisi dibandingkan negarawan.

“Ya, tentang krisis (negarawan). Tantangan kita kan berat. Covid, korupsi masih merajalela begini. KPK juga tidak seperti kita harapkan. Hukum juga sejenis, ” ungkapnya.

Buya Syafii membeberkan kalau salah satu persoalan warga ini karena kabinet presidensial ternyata justru berbau parlementer. Buya Syafii mengkritik, kabinet bukan diisi para mahir melainkan didominasi orang golongan.

“Partai-partai tersebut kan haluannya tidak persis. Mereka punya kepentingan muslihat masing-masing. Jadi, karena tersebut kan presidensial tapi terasa seperti parlementer. Itu suram sekali, sangat sulit. Itu salah satu bentuk (penyebab). Tapi itu hasil kebijakan, mau apa? ” ucap Buya Syafii.

“Ya sudah lalui selalu. Yang penting menurut saya kesetiaan kepada bangsa & negara ini jangan sampai lemah, berkurang. Timbulkan balik patriotisme, nasionalisme, ” sambungnya. [yan]