Dokter Piprim: Anak Positif Covid-19 Beri Nutrisi Protein Hewani

Merdeka. com – Covid-19 pada Indonesia belum mereda. Virus asal Wuhan, China tersebut menjangkit siapa saja. Tidak kenal golongan usia, dari orang dewasa hingga anak-anak. Data dari Kemenkes, had akhir Juli 2021, sebesar 350 ribu lebih bujang terpapar Covid-19. Atau 1 dari 8 orang dengan tertular Covid itu adalah anak-anak Indonesia.

Yang lebih mengkhawatirkan sedang adalah korban anak meninggal akibat Covid-19. Data statistik dari World Health Organization (WHO), kematian anak kelanjutan Covid-19 di Indonesia sempurna se-Asia Pasifik.

Kebanyakan angka kematian tertinggi berada pada kelompok leler 0–2 tahun, diikuti klan usia 16–18 tahun serta usia 3–6 tahun. Daerah dengan kasus anak terpapar covid-19 tertinggi, yakni DKI Jakarta , Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.

Potret ini membuat banyak orang tua takut dan was-was. Apalagi untuk mengidentifikasi fakta Covid-19 pada anak-anak lantaran gejalanya mirip dengan berbagai penyakit anak pada biasanya. Contohnya demam, batuk & pilek.

Kebingungan akhirnya melanda para karakter tua saat sang bujang positif Covid-19. Ini berlaku baik saat mendampingi anak-anak atau menjalani isolasi sendiri bersama anak. Terutama dalam waktu-waktu krusial penderita Covid-19 pada 1-7 hari. Periode di mana gejala-gejala lahir.

Merdeka. com mewawancarai Founder Rumah Vaksinasi, dr. Piprim Basarah Yanuarso Sp. A (K) terkait penanganan Covid-19 pada bani. Berikut wawancara khusus kami pada (4/8):

Anak terpapar Covid-19 harus apa?

Jadi yang mula-mula harus monitor. Monitor kedudukan tubuhnya. Ini dari IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) sudah mengeluarkan diary isolasi mandiri anak versi dua. Berisi hal apa sekadar yang harus dilakukan semasa isolasi mandiri. Tapi emang ada syarat-syaratnya kapan budak bisa isolasi mandiri yaitu kalau sudah ada gejala atau gejalanya ringan.

Gejala ringan sesuai batuk, demam, diare, turun, merah-merah tapi anaknya sedang aktif, masih bisa santap minum, bisa nutup ribut kalo batuk. Kemudian kita bisa memantau gejala-gejala dalam anak tadi.

Gejala apa yang dipantau? Suhu, kita mesti punya thermometer, diperiksa 2 kala pagi dan sore. Lalu juga memiliki ruangan yang ventilasinya bagus. Jangan datang diisolasi dengan ruang aliran udara yang jelek, nanti mampu tambah parah kondisinya. Karakter tua tetap bisa membesarkan anak yang positif terutama kalau orang tua berisiko rendah. Kalau ada anak yang positif, maka diisolasi bersama. Karena kalau dikucilkan anak akan stres. Oleh karena itu mesti didampingi.

Kalau ada orang primitif dan anak, anak nyata tapi orang tua minus diberi jarak tidurnya. Kasurnya dipisah dan tetap pakai masker. Tetap dihibur anaknya.

Barang apa gejala bahaya pada bani terpapar Covid-19?

Napas cepat, bertambah dari 60 kali semenit selama 2 bulan sampai 11 bulan. Jadi orang tua harus bisa kurang napas. Kalau anak itu, katakanlah umur 4 kamar, napasnya lebih dari 50 semenit. Artinya gawat harus dibawa ke rumah sakit. Kalau anak sudah lebih besar, 2 tahun, napas di atas 40 kali semenit bisa bahaya. Jika umur lebih dari 5 tahun, 30 kali di semenit. Jadi monitor yang paling penting juga merupakan frekuensi nafas. Harus siap oksimetri dan thermometer.

Kapan bani harus dibawa ke panti sakit?

Selain napasnya cepat, ada cekungan di dadanya. Maka kalau napas dadanya datang sesak atau anaknya jadi lemas tidur melulu, atau ada mata merah. Tersedia ruam merah seperti tampak, lehernya bengkak. Ini tersedia indikasi multi inflamasi syndrome. Kemudian kalau ada kejang atau tidak bisa sajian minum, tidak ada kencing, dan kesadarannya tadi mendarat. Tanda bahaya ini mesti membuat anak harus dibawa ke rumah sakit. Jangan isoman.

Saat ini untuk pandangan sinse sendiri terkait penanganan covid-19 terhadap anak-anak. Melihat urusan covid-19 pada anak-anak tidak kalah banyak dengan peristiwa pada orang dewasa.

Sampai saat itu data menunjukkan kejadiannya 12, 6 atau 13% tapi di beberapa daerah bisa sampai 15%. Artinya jika 12, 5 itu membentuk 1 dari 8 dengan tertular covid itu budak. Artinya cukup banyak. Tetapi memang anak ini kalau dia sehat saja oleh karena itu sebagian besar akan OTG atau gejalanya ringan. Melainkan kalau anak itu memiliki komorbid. Pengalaman kami dalam RSCM itu kalau bani dengan gejala parah lazimnya punya komorbid.

Apakah ada leukemia, obesitas, atau gangguan imunitas dengan lainnya. Jadi ini wajib hati-hati. Mesti lebih waspada lagi. Tapi pada anak-anak sehat pada umumnya gejalanya akan ringan tapi bahayanya lagi anak-anak sehat itu bisa menularkan ke orang tuanya. Jadi anak juga punya potensi sebagai penular bagi orang-orang yang punya komorbid disekitarnya. Jadi kita harus bisa melindungi anak-anak ini jangan sampai anak-anak ini menjadi korban covid atau menularkan orang primitif atau orang terdekatnya.

kegiatan testing pcr di depok

©2021 Merdeka. com/Arie Basuki

Bagaimana orang primitif bisa merawat anak terpapar Covid-19 dengan aman?

Tentu tadi sudah disebutkan, anak kudu diisolasi mandiri jangan bisa keluyuran. Anak harus diberi nutrisi yang sehat tanpa diberi junk food. Junk Food yang banyak gula dan tepung. Ini benar bersifat inflamasi dan mampu menimbulkan hal-hal yang tak diinginkan. Banyak beri mamah sayur-sayuran, protein hewani, buah-buahan yang tidak manis. Tersebut yang akan menguatkan imunitas anak. Di samping pemberian vitamin, vitamin C, vitamin D, Zinc. Dan untuk anak juga perlu dikasih dalam jumlah terbatas tapi juga jangan sampai kalap. Ini yang perlu kita perhatikan.

Apakah ada batas buat pemberian vitamin?

Ini ada dalam buku Diary IDAI sungguh, bisa dibuka saja. Untuk vitamin C, anak dibawah 1-3 tahun max. 400 mg sehari, 4-8 tahun max. 600mg sehari, 9-13 tahun max. 1200mg, 14-18 tahun max. 1800mg.

Untuk vitamin D3, anak dibawah 1-3 tahun max. 400 unit, anak-anak 100 unit, remaja 2000 unit, remaja obesitas 5000 unit. Untuk Zinc 20 mg sehari selama 14 hari.

Apakah pemberian D3 & Zinc rutin selama 1-2 minggu aman untuk bani?

Moga aman, karena cuma 2 minggu saja. Namanya vitamin kebutuhannya sebenarnya micronutrient. Yang penting seperlunya saja. Sebab overdosis vitamin juga tidak bagus, terutama nutrisinya. Nutrisi dari protein hewani itu paling afdol karena bisa bangun antibodi. Jangan junk food karena nanti malah inflamasi tubuh anak-anak kita.

Perlukah anti virus untuk bujang?

Kalau untuk isoman tentu sekadar tidak perlu ada obat yang diberikan di sendi. Untuk yang berat tercampak dokter saja nanti dengan berikan di rumah lara. Orang tua tidak menetapkan ikut campur terkait obat-obatan, perlu ada anjuran sejak dokter.

Jika anak umur 5 tahun kejang karena covid-19?

Sungguh jadi ini situasinya masa semua RS penuh, inilah yang harus kita bangun bersama. Jadi gini, sebetulnya secara statistic, anak ataupun orang tua yang tepat covid yang gejala mengandung itu sekitar 5%. Akan tetapi kalau yang 5% tersebut terjadi bersama, dia butuh ICU atau IGD, oksigen yang bersama itu tentu collapse. Itu yang berlaku di Jakarta kemarin.

Untuk itu, pentingnya kita itu untuk mengelola diri, seperti yang sekarang PPKM. PPKM ini di dalam rangka menurunkan kebutuhan RS dalam waktu bersama-sama. Jadi gentian yang butuh RS nya. Alhamdulillah DKI sekarang sudah menurun. Jadi karakter serta seluruh masyarakat betul dibutuhkan.

pmi kejar target vaksin

©2021 Merdeka. com/Imam Buhori

Apakah benar anak usia di bawah 3 tahun, daya tahan tubuhnya lebih berpengaruh?

Maka kita itu punya kalis bawaan lahir dan adaptive immunity, keduanya diperlukan. Pada anak yang sehat, metabolismenya masih bagus, tidak ada obesitas dan apa-apa. Imunitasnya sangat kuat. Kalau immunity bagus virus sampai danau aja, tapi kalau imunnya jelek, inflamasi. Ini dengan bikin kehebohan, anak itu jadi sesak juga pertama anak dengan obesitas mengandung.

Sebetulnya bani sehat dia punya kekuatan yang bagus untuk melayani virus apapun. Tapi tidak berarti kemudian kita melanyak perlindungan untuk anak. Karena kalau dia OTG hendak tetap menularkan. Jadi terpaut anak ini banyak bagian yang diperhatikan.

Jadi betul soal statement anak yang masih mengkonsumsi ASI memiliki daya awet tubuh yang sangat berpengaruh. Karena ASI mengandung imunoglobulin, mengandung nutrisi paling rupawan buat anak. Bahkan dianjurkan bila ibunya kena covid dan masih memungkinkan, masih memberikan ASI. Tapi ibunya pakai masker. Karena ASI itu tidak tergantikan sebab susu formula apapun.

Pertolongan prima untuk bayi berusia 0-1 tahun yang terkena Covid-19?

Oleh karena itu kalau tidak ASI lekas perhatikan, jangan sampai budak kita kemasukan junk food yang sangat berbahaya sebab dapat menurunkan imunitas budak kita. Karena makanan junk food itu, yang dimakan langsung jadi gula sesuai gula, tepung, snack, biskuit, itu berbahaya dan dapat memicu obesitas.

Melindungi kesehatan, beri asupan nutrisi esensial yang berharga (asam amino, asam lemak esensial) dari protein hewani, daging, telur unggas. Jangan lupa juga sayuran hijau.

Tabib pernah menyarankan puasa gula mencegah kondisi yang lebih buruk. Apakah anak perlu puasa?

Pada anak sebetulnya bertambah santai, kenapa? Karena anak itu kekebalannya bagus, oleh sebab itu tidak terlalu ketat. Tak perlu dipuasakan untuk bujang. Dia sudah paham surat dia harus makan, surat dia harus tidak makan. Sebagai wali memang perlu untuk menyiapkan makanan bugar di rumah. Itu yang paling penting. Tetapi di dalam anak itu tidak menetapkan seperti orang dengan komorbid yang harus ketat.

Tips supaya anak bisa olahraga, namun tetap aman?

Memang ini kira susah untuk yang rumahnya kecil. Mungkin alternatifnya muncul rumah tapi tidak berkerumun dan dialam terbuka, ya disekitar rumah saja, yang penting tidak berkerumun, bangun jarak dan pakai masker. Anak butuh alam terbuka. Jangan dibawa kondangan. Siap disiasati aja.

Vaksinasi untuk Budak

Seberapa penting anak-anak kudu ikut vaksinasi?

Program untuk masa ini 12 tahun ke atas. Kenapa? Karena kurang pertimbangan. Uji klinis untuk usia ini sudah dilakukan, sehingga vaksin insya allah aman. Kedua, anak kaum ini adalah anak secara mobilitas paling tinggi dibanding adik-adiknya. Oleh karena itu, tempat bisa jadi potensial merebak virusnya. Untuk itu beri vaksin supaya dia kebal, tidak jadi OTG. Sebab walaupun anak kita segar, kalau dia tertular serta jadi OTG akan berbahaya untuk orang sekitarnya.

Pencegahan bagi anak bawah 12 tarikh yang belum divaksinasi?

Untuk vaksin belum ada, tapi kita tunggu saja untuk vaksin lanjutan karena penelitian terpaut ini masih berjalan. Bila uji klinis bagus maka insya allah anak pada bawah 12 tahun pula akan diberi vaksin. Semasa vaksinasi belum ada, kita perlu melindungi anak kita dengan cukup ketat, tanpa dibiarkan keluyuran, pastikan dia bisa memakai masker dengan baik, mencuci tangan secara baik. Angka kematian budak di Indonesia cukup mulia, banyaknya yang komorbid.

Sedangkan di sungguh negeri kematian anak sebab covid tidak ada, akan tetapi di kita malah banyak. Walaupun memang kasus dengan datang ke rumah melempem berat, di daerah-daerah. Jadi inilah yang mungkin menetapkan diperhatikan bagaimana penanganan anak di rumah, pengampu jangan sampai terlambat untuk mendatangkan ke rumah sakit. Sebetulnya yang cukup penting merupakan kemampuan menghitung pernapasan, kita mesti tahu gejalanya. Kira-kira sedang pneumonia, dan itu butuh bantuan rumah sakit.

Kalau anak di bawah 12 tahun bisa dicegah pakai vaksin influenza?

Tentu berbeda. Namun memang dari WHO merekomendasikan juga diberikan vaksinasi influenza. Karena ketika anak tersentuh influenza daya tahan anak menurun. Jadi secara tidak langsung, kalau diberikan vaksinasi influenza kita harapkan dia bisa kondisinya lebih menawan. Jadi 2 hal yang berbeda tidak berhubungan akan tetapi saling menunjang.

Mencegah dampak buruk Covid-19 anak yang belum divaksin influenza?

Ya betul, meskipun vaksinasi bukan satu-satunya upaya pencegahan. Gaya hidup segar, walaupun sejak anak-anak, kala kita sedih anak kita digelontor dengan makanan & minuman junk food. Itu akan sangat menurunkan imunitasnya, apalagi dia sudah menjelma anak yang obesitas. Sama anak yang obesitas tempat juga bisa terkena covid berat seperti juga dengan terkena covid di luar negeri seperti di Amerika Serikat.

Nah ini buat wali, bujang kita harus dijaga ideal makannya, jangan karena lockdown terus dikasih cemilan. Apalagi sekolah online, cemilan & jarang gerak, plus dikasih junk food. Termasuk sasaran kemasan yang bikin enggak bisa berhenti makan.

anak disuntik vaksin covid 19

©2021 Merdeka. com/Iqbal S Nugroho

Kategori anak yang tidak boleh divaksinasi?

Sebetulnya sebagian besar anak-anak akan boleh divaksin kecuali yang punya komorbid berat ataupun gangguan imunitas kuat misalnya anak yang sedang di dalam terapi steroid dosis tinggi. Itu kan memang budak sedang sakit. Atau budak dengan HIV sedang menyampaikan kondisinya. Jadi pada budak dengan gangguan imunitas mengandung, ini mungkin perlu waspada.

Tapi buat anak-anak yang aktif, telah vaksin aja. Jadi dengan penting anaknya sehat, makin anak dengan jantung buah itu lebih butuh lagi vaksinasi. Selama napasnya tidak sesak, tidak biru betul, vaksin saja. Insya tuhan lebih melindungi.

Apakah sudah ada laporan KIPI (Kejadian Turutan Pasca Imunisasi) anak-anak?

Sejauh tersebut kan kita sering rapat ya, rapat dengan jodoh IDAI cabang, itu pada berbagai daerah di Nusantara sudah banyak mulai dilakukan vaksinasi untuk remaja. Alhamdulilah sampai saat ini belum ada laporan KIPI mengandung.

KIPI tersebut sudah pasti KIPI, apapun pasca imunisasi itu benar KIPI, tapi benar tidak karena vaksinnya. Nah ini peran media, menenangkan klub, memberi informasi yang asli itu juga sangat awak harapkan. Ini kan sedang banyak masyarakat galau vaksinasi. [ray]