dr Reisa: Aksi Kecil Bergabung Bisa Bantu Hentikan Pandemi

Lepas. com – Juru Bicara Negeri untuk COVID-19 dan Representatif Adaptasi Kebiasaan Baru dr Reisa Broto Asmoro mengucapkan, situasi darurat COVID-19 tidak dapat dihentikan hanya oleh tindak satu dua karakter. Tapi aksi nyata mungil dengan mengetatkan disiplin protokol kesehatan.

Selain itu, mematuhi aturan pembatasan mobilitas dan di vila saja, berani dan membangatkan dites saat demam, batuk darah, pilek atau kontak baik dengan kasus positif. Benar saat ditelusuri petugas pelacak kasus, melaporkan diri ke puskesmas akan berujung di keberhasilan mengendalikan penularan Virus Sars Cov-2 varian dengan berbahaya ini dan PPKM Darurat dapat selesai.

“Satu tindakan kecil kita berarti ribuan, makin jutaan nyawa selamat dan kembali beraktivitas dengan segar. Mari tunjukkan peran kita sebagai warga negara dengan peduli untuk saling menyembunyikan, ” ujar dr Reisa, Sabtu (3/7).

Dia mengungkapkan, COVID-19 menyesatkan mudah menular pada status ruangan tertutup, kesempatan pertemuan panjang (lebih 15 menit), dan interaksi jarak dekat, keramaian. Begitu juga aktivitas lainnya yang membuka efek penyebaran percikan droplet semacam bernyanyi, berbicara, tertawa, terutama pada saat tidak mengindahkan masker saat berinteraksi secara orang lain.

“Maka penggunaan masker secara benar dan konsisten merupakan protokol kesehatan paling minimal yang perlu diterapkan semua orang saat ini, sekarang juga tanpa terkecuali, ” ujar dr Reisa.

Dia menjelaskan, jenis masker yang lebih indah dalam melindungi adalah masker bedah sekali pakai dan lebih baik lagi masker N95. dr Reisa juga menyampaikan, untuk saat itu penggunaan masker sekali pakai sebanyak dua lapis ialah pilihan yang terbaik. Maksudnya menurunkan risiko droplet atau percikan air masuk ke rongga mulut dan indra.

Dia pun menunjukkan cara memakai besar masker. “Pertama bersihkan lengah terlebih dahulu, gunakan masker bedah sebagai lapisan perdana. Pastikan kawat tipis dengan terdapat di bagian atas masker bedah ditekan ke arah wajah sehingga bentuknya mengikuti bentuk hidung. Lalu lapisi dengan masker kain yang terdiri dari 3 lapis kain, ” cakap dr Reisa.

Dia mengingatkan, pakailah masker kain yang ukurannya betul. Pastikan tali atau karet masker kain dikaitkan dengan baik pada telinga ataupun diikat di bagian dapur kepala. Coba embuskan napas dan rasakan apakah sedang ada udara yang mengalir dari sisi atas dan sisi samping masker. “Bila masih ada, atur kembali posisi dan kekencangan masker, ” tuturnya.

dr Reisa menambahkan, pastikan tetap bisa bernapas dengan nyaman dan tidak merasa pusing atau berkunang-kunang sebab pemakaian dua masker ini. Ganti setiap empat tanda sekali hanya buka apabila tidak ada orang asing yang berjarak dua meter dan selalu cuci lengah sebelum dan sesudah membuka masker.

Dia melanjutkan, masker bedah kudu dibuang setelah sekali memakai, meski ditutupi masker kain. Sementara itu, masker kain masih bisa digunakan balik, tetapi harus dicuci terlebih dulu sampai bersih.

Selain memakai kedok, masih menurut dr Reisa, mencuci tangan dengan bubuk atau hand sanitizer haruslah dilakukan berulang kali pertama setelah menyentuh benda dengan disentuh orang lain kaya gagang pintu atau dasar tangga. Menyentuh daerah wajah dengan tangan perlu dihindari. “Dan ingat pakai hand sanitizer bukan asal basah atau asal semprot. Tetap lakukan enam langkah seolah-olah mencuci tangan dengan minuman dan sabun. Pastikan merebak ke semua bagian tangan dan jari-jari, ” perkataan dr Reisa.

Dia juga mengatakan, cuci tangan dengan sering, mematikan ribuan kuman yang ada di tangan. Bukan selalu terlindungi dari COVID-19, pula dari bakteri virus lainnya yang saat ini serupa masih ada.

Dan tak kalah penting, dr Reisa meminta klub untuk beraktivitas dari panti saja. Berinteraksi hanya secara orang-orang yang tinggal serumah adalah pilihan paling tenang. Jika harus meninggalkan rumah, maka upayakan jarak sedikitnya 2 meter dalam berinteraksi dengan orang lain.

Kalaupun harus kontak dengan orang lain, mendatangkan ventilasi udara, durasi, dan jarak interaksi untuk meminimalkan risiko penularan. Usahakan pada ruang terbuka dengan sirkulasi udara yang bagus. “Jangan berlama-lama, to the point langsung ke inti interaksi atau percakapan dan selalu jaga jarak, ” tegasnya.

Sementara bagi yang harus berkantor, dr Reisa mengingatkan, pastikan program dan kategori industri & pelayanan sesuai aturan pemerintah dalam masa PPKM Penting dan bergantian atau menerapkan rotasi. Ruangan kantor kudu selalu disemprot disinfektan diupayakan untuk memiliki ventilasi suasana yang baik.

“Buka pintu dan jendela. Jika pintu atau jendela tidak dapat dibuka, maka air purifier dengan hepa filter dapat digunakan dalam ruangan, ” sekapur dr Reisa. [ded]