Duta Haji: Saudi Masih Studi Penggunaan Sinovac dan Sinopharm

Merdeka. com – Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali mengutarakan hingga saat ini Arab Saudi masih melakukan analisis terkait penggunaan vaksin Sinovac dan Sinopharm. Hasil uraian itu akan segera diumumkan.

“Untuk vaksin Sinovac dan Sinopharm dengan digunakan sejumlah negara, Departemen Kesehatan Arab Saudi sedang melakukan kajian. Dalam masa dekat, akan dirilis hasilnya secara resmi, ” katanya dikutip dari keterangan pers, Minggu(15/8).

Dia menjelaskan informasi tersebut didapat setelah menggelar pertemuan secara Deputi Urusan Umrah Kementerian Haji dan Umrah Negeri Arab Saudi Dr. Abdulaziz Wazzan di Kantor Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, Jeddah. Pertemuan yang berlangsung pada 11 Agustus 2021 itu dihadiri Konjen RI Eko Hartono bergandengan Koordinator Perlindungan Warga dan Pelaksana Staf Teknis Haji 1 (P-STH 1)

“Kementerian Haji serta Umrah terus berkoordinasi secara Kementerian Kesehatan Arab Saudi untuk memastikan apakah calon jemaah umrah dari negeri lain, termasuk Indonesia, yang sudah memperoleh 2 jumlah kedua vaksin tersebut masih perlu diberikan 1 dosis lagi (booster) dari 4 vaksin yang digunakan Saudi, atau bagaimana, ” ungkapnya.

“Sementara Sinovac dan Sinopharm saat itu sudah diakui WHO. Kemenag terus berkoordinasi dengan Kemenkes RI dan Kemenlu RI untuk membahas bersama perkara penggunaan vaksin ini, ” sambungnya.

Sementara itu Deputi Umrah, lanjut Endang, dalam pertemuan tersebut juga menegaskan bahwa Negeri Arab Saudi lebih mendahulukan keselamatan dan kesehatan jemaah dalam pengaturan penyelenggaraan ibadah umrah di masa pandemi. Keselamatan dan kesehatan menjelma hal utama, bukan hajat ekonomi dan bisnis semata.

“Pelaksanaan ibadah umrah dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat, misalnya: transportasi dalam kota cuma diisi 50% dari mutlak kapasitas normal, dan akomodasi hotel dibatasi dua orang per kamar, ” ungkapnya.

Kemudian buat alasan keselamatan juga, sirih dia kebijakan penangguhan sedang diberlakukan, khususnya bagi negeri yang penyebaran virus Covid-19 nya dinilai masih agung. Dia menjelaskan ada 30 negara yang masih ditangguhkan masuk ke Kerajaan Arab Saudi, antara lain yakni India, Pakistan, Indonesia, Mesir, Turki, Argentina, Brasil, Afrika Selatan, dan Lebanon, Vietnam, Korut, Korsel, dan Afganistan. [ded]