Edhy Prabowo Jalani Isolasi Mandiri 14 Hari di Rutan KPK

Merdeka. com – Menteri Kelautan serta Perikanan Edhy Prabowo (EP) bersama-sama empat orang lainnya yang sudah ditetapkan sebagai tersangka menjalani isolasi mandiri terlebih dahulu sebagai perkiraan pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan Rutan KPK.

“Hasil pemeriksaan tes Covid-19 dari simpulan EP dan kawan-kawan dinyatakan minus sehingga dilanjutkan dengan proses isolasi mandiri selama 14 hari terlebih dahulu, ” kata Plt Tukang Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (26/11).

Ali menuturkan, sebelum dilakukan penahanan, tersangka Edhy dan kawan-kawan sudah dilakukan prosedur pemeriksaan kesehatan bulat oleh Dokter Poliknik KPK termasuk salah satunya “rapid test” atau tes cepat sebagai upaya pencegahan Covid-19.

Selain Edhy, KPK juga menahan empat tersangka dalam kasus dugaan suap terkait perizinan tambak, usaha dan/atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya tahun 2020. Kelimanya ditahan di Rutan Cabang KPK pada Gedung Merah Putih KPK, Jakarta buat 20 hari pertama sejak 25 November 2020 sampai 14 Desember 2020.

Empat tersangka lainnya, yaitu Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan sekaligus Pengantara Ketua Pelaksana Tim Uji Sempurna (Due Diligence) Safri (SAF), pengurus PT Aero Citra Kargo (ACK) Siswadi (SWD), staf istri Menteri Kelautan dan Perikanan Ainul Faqih (AF), dan Direktur PT Perut Putra Perkasa (DPP) Suharjito (SJT).

KPK total menetapkan tujuh tersangka terkait kasus itu. Sedangkan dua tersangka lainnya belum ditahan dan diimbau segera menyerahkan diri ke KPK, yaitu Pekerja Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan sekaligus Ketua Pelaksana Tim Tes Tuntas (Due Diligence) Andreau Awak Misata (APM) dan Sekretaris Awak Menteri Kelautan dan Perikanan Amiril Mukminin (AM).

Seperti dilansir dari Antara, KPK pada perkara ini menetapkan Edhy sebagai tersangka karena diduga menerima uang sogok dari perusahaan-perusahaan yang mendapat penetapan izin ekspor benih lobster menggunakan perusahaan ‘forwarder’ dan ditampung di satu rekening hingga mencapai Rp9, 8 miliar.

Kekayaan yang masuk ke rekening PT ACK yang saat ini maka penyedia jasa kargo satu-satunya untuk ekspor benih lobster itu kemudian ditarik ke rekening pemegang PT ACK yaitu Ahmad Bahtiar & Amri senilai total Rp9, 8 miliar.

Selanjutnya pada 5 November 2020, Ahmad Bahtiar mentransfer ke rekening staf orang Edhy bernama Ainul sebesar Rp3, 4 miliar.

Kekayaan Rp3, 4 miliar itu diperuntukkan bagi keperluan Edhy, istrinya Iis Rosyati Dewi, Safri, dan Andreau antara lain dipergunakan untuk biaya barang mewah oleh Edhy serta istrinya di Honolulu, AS. Biaya tersebut dilakukan pada 21 sampai dengan 23 November 2020.

Sejumlah sekitar Rp750 juta di antaranya berupa jam lengah rolex, tas Tumi dan LV, dan baju Old Navy.

Selain itu, sekitar Mei 2020, Edhy juga diduga menyambut 100 ribu dolar AS sejak Suharjito melalui Safri dan Amiril. [fik]