Eksepsi Ditolak, Pengacara Rizieq Siapkan Pertanyaan untuk Saksi yang Dihadirkan JPU

Merdeka. com : Kuasa Hukum Habib Rizieq Syihab, Aziz Yanuar telah menduga majelis hakim akan menolak eksepsi atau nota keberatan perkara Nomor 221 kerumunan di Petamburan dan 226 di Megamendung.

“Sebenarnya kita sudah duga dan enggak masalah. Kita akan lanjut terus, inch kata Aziz ketika ditemui wartawan usai sidang, pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur pada Selasa (6/4).

Aziz pun tak mau ambil pusing atas penolakan majelis hakim. Menurutnya yang terpenting adalah terus melakukan pembelaan terhadap perkara yang menjerat Habib Rizieq.

“Kita di sini berusaha, berjuang, kita enggak peduli dengan hasilnya. Karena kemenangan ialah ketika kita tetap berada pada kebenaran itu sendiri, ” tegasnya.

Karena telah masuk dalam agenda pemeriksaan saksi, pihak Habib Rizieq pun maka akan mempersiapkan sejumlah pertanyaan kepada para saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU)

“Udah masuk pemeriksaan saksi, gimana. Kita siapkan pertanyaan-pertanyaan nanti, ” ujarnya.

Aziz mengungkapkan, pihaknya jadi menghadirkan sejumlah saksi fakta yang hadir pada saat acara, baik yang berlangsung di Petamburan, Jakarta Pusat maupun Megamendung, Bogor.

“Saksinya fakta yg hadir di sana waktu itu, ” terangnya.

Sebagaimana diketahui sidang perkara nomor 221, 22 dan 226 akan dilanjutkan kembali pada 12 04 pekan depan dengan menghadirkan 10 saksi dari JPU. Berikut daftar saksi yg akan dihadirkan:

1. Oka Setiawan cq M Afeno (Senior Supervisor of Aviation Security Bandara Soekarno-Hatta).
2. Budi Cahyono
3. Meters Soleh
4. Syafrin Liputo (Kadishub DKI Jakarta)
5. Rianto Sulistyo
6. Bayu Meghantara (mantan Walikota Jakarta Pusat)
7. Rusfian
8. Sabda Kurnianto (Plt Kepala Pelaksana BPBD DKI)
9. Ferixon
10. Heru Novianto (mantan Kapolres Jakarta Pusat).

Sebagai informasi, perkara 221 ini tercatat di dalam nomor registrasi PDM-011/JKT. TIM/Eku/02/2021 yang ditandatangani oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Teguh Suhendro pada 4 Maret 2021 terkait kasus kerumunan di Soekarno-Hatta dan Petamburan yang terjadi pada ten November 2020 dan fourteen November 2020.

Kemudian perkara 222 tercatat dalam nomor registrasi PDM-013/JKT. TIM/Eku/02/2021 yang ditandatangani dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Diah Yuliastuti pada 4 Maret 2021 terkait kasus kerumunan di Megamendung, Bogor, Jawa Barat yang terjadi pada 13 November 2020.

Sedangkan perkara 226 tercatat dalam nomor registrasi PDM-016/JKT. TIM/Eku/02/2021 yang ditandatangani oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nanang Gunaryanto pada 4 Maret 2021 terkait kasus penyebaran berita bohong bersama RS UMMI, Bogor, Jawa Barat. [bal]