IDI Investigasi Surat Dokter di Enrekang Sebut Tak Pernah Ada Diagnosis Covid-19

Merdeka. com – Seorang dokter dalam Kabupaten Enrekang, Sulawesi Daksina bernama dr Adiany Lurus menjadi sorotan usai sepucuk suratnya viral di jalan sosial (medsos). Sepucuk tulisan tersebut menjadi viral sebab dr Adiany menyebut tak pernah ada diagnosis Covid-19.

Berdasarkan bahan diterima Merdeka. com, dr Adiany Adil merupakan tabib yang bertugas di Sendi Sakit Umum Daerah (RSUD) Massenrempulu Enrekang. Dalam suratnya dr Adiany menyebutkan dirinya sebagai ahli dalam kejadian diagnosis.

“Yang bertanda tangan di bawah ini, atas nama dr. Adiany Adil sebagai salah satu pihak yang berwenang dan berkompeten membuat maklumat akan COVID-19. Bahwa bersandarkan disiplin ilmu saya yaitu berkenaan dengan profesi sinse, sosok ahli dalam kejadian penegakan diagnosis, maka kami dengan tegas dan sahih tetapkan bahwa sejak dahulu hingga detik ini para-para dokter termasuk saya tidak pernah tegakkan diagnosis COVID-19. Bahwa dalam teori dan praktek kedokteran, TIDAK PERNAH ADA DIAGNOSIS COVID-19/CORONA VIRUS DISEASE-19. Dan olehnya tersebut, pasien COVID-19 itu tak pernah ada. Demikianlah surat pernyataan yang saya bagi untuk dipergunakan demi kemaslahatan ummat manusia, ” tulisnya dalam sepucuk surat tersebut.

surat dokter di enrekang sebut tak pernah ada diagnosis covid 19

©2021 Merdeka. com

Saat merdeka. com memeriksa konfirmasi kebenaran surat tersebut melalui telepon, dr Adiany meminta untuk konfirmasi menggunakan chat WhatsApp. Tetapi Chat WhatsApp tidak dibalas dr Adiany.

“Lewat Chat WhatsApp saja sungguh. Biar tidak ada salah tulis apa yang beta katakan, ” ujarnya singkat

Terpisah Kepala Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sulawesi Selatan (Sulsel), dr Ichsan Mustari mengatakan pihaknya saat ini bersama IDI Enrekang sedang melakukan penelitian dan verifikasi terhadap dr Adiany Adil.

“IDI Wilayah Sulsel serta IDI Enrekang sementara mengabulkan pertemuan dengan dokter yang bersangkutan untuk melakukan testimoni dan investigasi, ” ujarnya.

Ichsan menyebut dr Adiany masih terekam sebagai anggota IDI Enrekang. “Masih terdaftar sebagai anggota IDI, ” ucapnya. [fik]