Jakarta Perketat PSBB, Mensos Tunggu Pedoman Presiden Jokowi Salurkan Bansos Bunga

Merdeka. com awut-awutan Menteri Baik Juliari P. Batubara menyatakan, kira-kira daerah seperti DKI Jakarta , Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi sampai saat tersebut masih menerapkan Pembatasan Sosial Berkala Besar (PSBB). Artinya, bantuan baik tetap mengalir ke warga yang tinggal di daerah tersebut.

Bantuan sosial tersebut berupa paket Bansos Presiden atau Tumpuan Sosial Sembako (BSS) untuk DKI Jakarta dan Bodetabek, dan Bansos Tunai (BST) untuk di asing Jabodetabek.

“DKI Jakarta masih memberlakukan status PSBB. & yang memutuskan penetapan status PSBB adalah Kementerian Kesehatan. Untuk tersebut, Kementerian Sosial masih fokus meneruskan bantuan sosial (bansos) di DKI Jakarta dan Botabek sampai Desember 2020, ” kata Juliari dalam keterangan tertulis, Jumat (11/9/2020).

Sementara itu, Juliari menyikapi kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang akan menerapkan pengetatan Penyekatan Sosial Berskala Besar (PSBB). Menurut nya, Kementerian Sosial belum akan menjemput kebijakan tertentu.

“Jika memang ekspektasinya adalah dibutuhkan bunga bansos sejalan dengan pengetatan PSBB, maka itu bukan keputusan yang mudah dan membutuhkan kajian mendalam, ” ucap dia.

Menurut dia, ada hal-hal dengan perlu dikalkulasi jika ada seruan tambahan bansos. Di antaranya penentuan target bantuan dan juga kesiapan anggaran. Dua aspek tersebut membutuhkan telaah mendalam dan koordinasi.

“Jadi ini tidak mampu mendadak. Kementerian Sosial bersikap menduduki arahan Presiden Joko Widodo. Jika opsinya adalah menambah bansos, awak siap saja. Prinsipnya Kementerian Sosial siap melaksanakan arahan Presiden, ” kata dia.

Mensos Juliari memastikan akan ada langkah-langkah koordinasi dengan Pemprov DKI bila memang Presiden memerintahkan penguatan kalender jaring pengaman sosial (JPS).

“Kalau memang diputuskan menetapkan ada kebijakan terbaru, kami bakal berkoordinasi dengan pemerintah daerah, ” katanya.

Reporter: Ady Anugrahadi

Sumber: Liutan6. com [bal]