Jelang Iduladha, Banyak Hewan Persembahan di Sumsel Belum Cukup Umur

Merdeka. com – Banyak hewan kurban di Sumatera Selatan ditemukan belum cukup sempurna. Pembeli harus jeli membeli hewan ternak yang menutup syarat. Hal itu bersandarkan temuan Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PHDI) Sumsel menjumpai Iduladha tahun ini. Di dalam catatan, 8, 8 komisi hewan kurban jenis lembu belum cukup umur & 50 persen lainnya kambing.

Ketua PHDI Sumsel Jafrizal mengungkapkan, bersandarkan hukum Islam, hewan kurban harus bulug saat disembelih yang ditandai tumbuhnya sepasang gigi tetap. Untuk lembu serendah-rendahnya berusia 2 tarikh dan telah masuk tarikh ke-3, sementara kambing atau domba minimal berumur 1 tahun dan telah mengakar tahun ke-2.

“Sejauh ini banyak hewan baik sapi dan kambing belum memenuhi kriteria sejak segi umur. Banyak kita temukan sapi besar tidak masuk umur, sedangkan sapi kecil masuk umur, serta paling banyak jenis kambing capai 50 persen, ” ungkap Jafrizal, Kamis (1/7).

Menurut dia, pedagang berdalih hewan kurban yang belum cukup umur perangai dijual karena harganya lebih murah. Konsumen juga membenarkan alternatif itu tanpa memikirkan syarat yang ditentukan.

“Padahal hewan yang belum cukup umur belum bisa dikurbankan, ” kata pendahuluan dia.

Untuk mengetahui cukup atau tidaknya umur hewan ternak dengan dijadikan kurban, diperlukan penelitian dalam beberapa tahap. Kaya tempat penjualan hewan dengan memastikan kesehatannya dan pada masjid dengan melakukan antemortem dan postmortem.

“Pemeriksaan juga tidak sembarang orang, mesti orang dengan memiliki spesifikasi yakni dokter hewan dan paramedik hewan, ” kata dia.

Hanya saja, pemeriksaan terkendala terbatasnya petugas dibanding banyaknya hewan kurban yang dijual di pasaran. Di Palembang saja misalnya, ada lebih dari 1. 000 masjid dan hanya satu persen di antaranya dengan dapat terpantau.

“Kendala kita petugas pemeriksa, tidak semuanya bisa diperiksa dengan banyaknya hewan persembahan atau masjid yang didatangi, ” ujarnya.

Untuk mensiasatinya, kejelian klub menjadi penting. Konsumen sebaiknya memilih pedagang yang tersertifikasi karena lebih terpercaya serta menjual hewan kurban sebati kriteria.

“Di Palembang ada 26 pedagang hewan kurban yang tersertifikasi, masyarakat boleh menanyakan kehormatan itu sebelum membeli, ” terangnya.

Selain itu, pedagang di kelas juga harus rutin memeriksa kesehatan hewan ternak dengan dijual. Pedagang wajib menganjurkan obat cacing agar penyakit yang ada di hewan kurban tidak menulari bani adam.

“Konsumen harus jeli memilih hewan persembahan yang bakal dibeli, selain umur, kesehatan juga benar penting. Pedagang juga jangan asal menjual tanpa terang kondisi hewan ternaknya, ” pungkas dia. [fik]