Jembatan Putus, Warga di Malaka Sebrang Sungai Gunakan Kabel Listrik Bekas

Merdeka. com kacau Jembatan penghubung Kecamatan Malaka Timur dan Kecamatan Laenmanen dan Botin Leobele di Tempat Numponi, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur terputus kelanjutan diterjang banjir pasca-siklon Tunjung. Lima rumah warga serupa terbawa arus banjir & 20 rumah mengalami keburukan.

Thya Dopo salah satu warga Daerah Numponi mengatakan, untuk beraktivitas terpaksa mereka harus nekat menyebrangi arus banjir sedang deras.

“Untuk sementara kami masyarakat belum bisa kemana-mana. Kalau terdesak, kami harus nekat langgar banjir yang masih setinggi pinggang orang dewasa, ” ungkapnya, Minggu (11/4).

Menurut Lhya, buat memperlancar akses warga mewujudkan juga tali penghubung. Untuk warga yang mempunyai keberanian diperbolehkan mengikuti jembatan ikatan yang terbuat dari kabel listrik bekas. Jika tidak maka akan dibantu buat menyeberangi banjir.

“Itu tali dari kabel tiang listrik bekas. Kabel hitam itu mereka kupas lalu ambil bagian dalamnya untuk dijadikan tali. Tersebut inisiatif warga yang buat sendiri, ” katanya.

Warga berharap pemerintah cepat membangun jembatan kritis atau sejenisnya sehingga kesibukan sehari-hari dan perekonomian mereka kembali lancar.

“Arus masih lumayan lebat jadi kalau mau tabrak harus ada yan berseloroh langgar. Berani langgar banjir juga warga yang sedang muda. Masyarakat Kecamatan Laen Manen kalau mau ke Betun, biasanya lewat tersebut jembatan karena aksesnya bertambah cepat. Ini juga urat bus Kupang-Malaka, ” tutupnya. [did]