Jokowi Minta Seluruh Kepala Daerah Kontrol Kesiapan Obat & Tempat Isolasi

Merdeka. com awut-awutan Pemimpin Joko Widodo ( Jokowi ) menodong kepada seluruh kepala wilayah seluruh Indonesia untuk langsung melakukan pengecekan di lapangan. Mereka harus memastikan kesiapan obat-obat, tabung oksigen, had tempat isolasi untuk pasien Covid-19.

“Saya juga minta kepada seluruh gubernur, bupati, dan wali kota, baik yang berharta di Pulau Jawa & Pulau Bali maupun dengan di luar Pulau Jawa, semuanya untuk terus turun ke bawah mengecek lapangan, mengontrol kesiapan-kesiapan, baik tersebut obat-obatan, baik itu alat-alat kesehatan, baik itu tabung-tabung oksigen dan juga tempat-tempat isolasi, yang selalu dan harus dipersiapkan, ” introduksi Jokowi usai meninjau Sendi Susun Pasar Rumput, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (7/7) malam.

Tak lupa Jokowi juga menyuarakan terima kasih kepada para dokter, tenaga medis tenggat relawan yang sampai masa ini masih bekerja untuk menangani pasien Covid-19. “Saya ingin mengucapkan terima beri yang sebesar-besarnya kepada para-para dokter, para tenaga kesehatan, dan seluruh relawan-relawan dengan telah bekerja pagi terang dam malam dalam rangka menangani covid 19 itu, ” ungkapnya.

Sebelumnya, kasus konfirmasi nyata Covid-19 di Indonesia kembali meningkat. Data Selasa (6/7), masih 2. 345. 018 orang terinfeksi Covid-19. Jumlahnya bertambah puluhan ribu pada hari ini, Rabu (7/7), menjadi 2. 379. 397 orang.

Keterangan itu menunjukkan ada pengembangan 34. 379 kasus Covid-19 dalam 24 jam, maka pukul 12. 00 WIB tadi. Ini merupakan rekor tertinggi penambahan kasus Covid-19 harian selama pandemi dalam Indonesia.

Rekor tertinggi penambahan kasus Covid-19 sebelumnya terjadi pada Selasa (6/7) yang menembus 31. 189 orang dalam periode 24 jam.

Temuan 34. 379 kejadian Covid-19 baru berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap 199. 143 spesimen dari 141. 957 orang. Data ini dilaporkan Kementerian Kesehatan melalui Dasar Tugas Penanganan Covid-19, Rabu (7/7).

Selain kasus positif, kematian kelanjutan Covid-19 juga bertambah, yaitu sebanyak 1. 040 orang. Data kemarin hanya 61. 868, kini naik menjadi 62. 908 kasus moralitas. Angka kematian hari ini menjadi yang tertinggi semasa pandemi. [yan]