Kapolri Instruksikan Kasatwil Lakukan Deteksi Dini Jelang Pilkada Serentak

Merdeka. com – Setelah diterbitkannya Peraturan Komite Pemilihan Umum (PKPU) No 5 Tahun 2020 tanggal 12 Juni 2029 kemarin, Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis telah mengeluarkan Surat Telegram Nomor 307 pada 16 Juni 2020 dalam upaya mendukung pengoperasian Pilkada Serentak 2020. Terbitnya PKPU Nomor 5 Tahun 2020 ini menandai dimulainya tahapan Pilkada 2020 setelah tertunda selama tiga kamar terakhir akibat pandemi Covid-19.

“Untuk menyikapi hal itu pimpinan Polri telah mengeluarkan STR Nomor 307 tanggal 16 Juni 2020 tentang Rincian Tahapan, Rencana dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Bertugas Dijadikan Pedoman Dalam Pelaksanaan Kegiatan Pengamanan Pilkada Serentak tahun 2020 adapun perintah pimpinan, ” introduksi Karopenmas Mabes Polri Brigjen Penuh Awi Setiyono saat konferensi pers, Senin (22/6).

Pada kesempatan itu, Awi menjelaskan tugas pertama kepada Kepala Satuan Wilayah (Kasatwil) untuk melakukan deteksi dini, monitoring, dan update dinamika kebijakan setelah dikeluarkannya PKPU Nomor 5 Tahun 2020.

“Kedua, para Kasatwil melakukan koordinasi secara proaktif dengan penyelenggara Pilkada serta instansi terkait lainnya, ” logat dia.

Ketiga, tambah Awi, setiap Kasatwil diperintahkan untuk segera menyusun Ten Ops (Rencana Operasi) Mantap Praja sesuai dengan karakteristik stiap wilayah masing-masing.

Perlu diketahui bahwa Pemerintah, DPR, dan penyelenggara sepakat Pilkada serentak 2020 digelar pada 9 Desember 2020. Keputusan itu sekaligus menjadi kesimpulan rapat kerja Tip II dengan Mendagri, KPU RI, Bawaslu RI, dan DKPP RI.

Penyelenggaraan Pilkada Langsung pada 9 Desember 2020 telah dituangkan dalam Perppu Nomor dua Tahun 2020 yang telah ditandatangani Presiden Joko Widodo sebagai janji Pilkada akibat Covid-19 serta telah mendapatkan saran, usulan dan pertolongan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 melalui surat B-196/KA GUGUS/PD. 01. 02/05/2020 tanggal 27 Mei 2020. [gil]