Kehausan dan Tak Fokus, Relawan PPKM Mikro Salah Minum Cairan Desinfektan

Merdeka. com – Zainal Anshori (25), warga Dusun Kloncing, Desa Patemon, Kecamatan Pakusari, Jember nyaris terancam nyawanya. Zainal yang adalah petugas relawan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro itu pada Jumat (25/06) baru saja melayani penyemprotan desinfektan ke rumah salah satu warga tempat. Penyemprotan dilakukan karena salah satu anggota keluarga tersebut baru saja meninggal secara status positif Covid-19.

“Rumahnya cukup terpelosok, sehingga kita cukup kelelahan juga. Apalagi beberapa hari terakhir kegiatan juga pas padat, ” tutur Ribut Supriyadi, perangkat Desa Patemon yang menjadi saksi gegabah peristiwa tersebut.

Saat itu, para aparat PPKM Mikro Desa Patemon beristirahat di balai tempat sebelum melanjutkan penyemprotan pada titik yang berbeda. Merela hendak minum air untuk menghilangkan haus.

Naasnya, Zainal salah menjemput botol yang ternyata menyimpan larutan HydroPyroxide, bahan desinfektan untuk melakukan penyemprotan. “Saat itu kita memang sangat haus, karena cuaca radang. Entah siapa yang menurunkan cairan desinfektan di meja, sehingga korban salah ambil, ” lanjut Ribut.

Sontak, korban Zainal langsung memuntahkan air yang sempat ia minum. Tetapi sebagian larutan sudah kadung tertelan. “Saat itu kita kaget sekali, langsung kita larikan ke Puskesmas Pembantu (Pustu) yanga da pada sekitar sini, ” perkataan Ribut.

Karena peralatan Pustu yang tak memadai, mereka kemudian membawa korban ke Puskesmas Arjasa yang dianggap lebih depan daripada Puskesmas Pakusari.

“Alhamdulillah di Puskesmas Arjasa sempat mendapat uluran tangan pertama sehingga nyawanya terselamatkan, ” papar Ribut.

Meski demikian, situasi korban tetap lemas. Buat mencegah hal yang tidak diinginkan, korban lalu dilarikan oleh beberapa temannya ke Rumah Sakit Daerah (RSD) dr Soebandi yang bertelingkah sekitar 20 menit kunjungan motor dari puskesmas.

“Langsung masuk ke IGD Gawat Darurat. Malam ini sepertinya masih kudu bermalam di rumah kecil, ” tutur Ribut.

Diakui Ribut, selama beberapa hari terakhir, petugas PPKM Mikro cukup sibuk dalam melakukan upaya menekan penyebaran Covid-19. Penyebaran dilakukan dengan berbasiskan RT/RW. “Kita terus mengajak masyarakat biar sadar menjalankan protokol kesehatan meski tanpa diawasi oleh aparat. Karena demi kesejahteraan kita bersama, ” pungkas Ribut. [bal]