Kemendagri Akan Setop Sekolah Tatap Muka Kalau Ganggu Kepentingan Umum

Merdeka. com – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) berjanji akan menghentikan satuan pendidikan yang dirasa meresahkan klub karena melanggar protokol kesehatan zaman menggelar pembelajaran tatap muka.

“Kalau sampai mengganggu perhatian umum dan membuat keresahan dalam masyarakat, maka kita (Kemendagri) meminta Pemda untuk langsung setop pengamalan belajar tatap muka ini, ” tegas Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintah Daerah IV, Kemendagri, Zanarih di dalam webinar, Jumat (28/8).

Ia mengakui memang sanksi untuk pihak sekolah yang melanggar hal itu belum terlalu jelas. “Tetapi SKB sudah dipastikan, di Bab 17 kita kalau tidak serasi dengan aturan protokol kesehatan dan tidak siap artinya kita tepat suruh tutup, ” bebernya.

Hal yang sama selalu ditegaskan oleh Direktur Jenderal Pelajaran Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (Dirjen Paud Dikdasmen), Kementerian Pendidikan dan Kultur (Kemendikbud), Jumeri yang menyebut bahwa kewenangan memberikan sanksi bagi madrasah yang melanggar adalah Kemendagri.

“Yang punya guru pula pemerintah daerah dalam hal tersebut Kemendagri, yang punya kepala sekolah juga pemerintah daerah. Nah telah ada langkah kalau sampai mengabaikan NSPK (Norma Standar Prosedur Kriteria), maka itu (pembelajaran tatap muka) akan disetop, ” tegasnya.

Jumeri juga meminta jalan untuk segera melaporkan jika menemukan sekolah yang melanggar NSPK pembukaan pembelajaran tatap muka tersebut.

“Dan di sisi ana, kami enggak berani menegur, yang menegur adalah pemerintah daerah & Kemendagri. Nah kami punya UPT di daerah namanya Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP). Itu UPT kami, Paudasmen. Ada juga Balairung Paud dan Dikmas di tiap provinsi, ” ucapnya.

Jika ada laporan mengenai sekolah yang melanggar ketentuan tersebut, logat Jumeri pihaknya akan menerjunkan UPT di daerah tersebut untuk membenarkan.

“Di samping itu kami juga melakukan langkah-langkah buat bisa membantu karena ini mengangkat royong namanya lewat UPT awak yang ada di daerah untuk bisa membantu, ” katanya.

Reporter: Yopi M
Sumber: Liputan6. com [eko]