Kemendagri Fasilitasi E-KYC untuk Lembaga Dengan Gratis

Merdeka. com – Departemen dalam negeri tengah menggalakkan single identity number untuk menyusun big data kependudukan warga Indonesia. Menunjuk pada UU Administrasi Kependudukan urusan 58 ayat (4), Pemerintah memercayakan agar data dukcapil digunakan buat semua keperluan pembangunan.

Saat ini, Dirjen Dukcapil Kementerian dalam Negeri, Zudan Arif Fakrulloh mencatat 98 persen data penduduk telah terekam melalui e-KTP. Dengan begitu, data ini bisa digunakan oleh berbagai lembaga sebagai verifikator dari layanan mereka.

“Lembaga bisa bekerja sama serta memanfaatkan hak akses verifikasi bukti. Di dalam Permendagri 102 tarikh 2019 itu harus dilakukan secara kerja sama pemanfaatan data. Siap lembaga/Kementerian/Pemda kerja sama dengan dukcapil untuk verifikasi data menggunakan verifikator data yang ada di dukcapil, ” ujar dia dalam Webinar eKYC: Solusi Digital untuk Akselerasi Keuangan Inklusif, Selasa (1/12).

Proses verifikasi tersebut kemudian menghasilkan electronic Know Your Customer (e-KYC) yang akan memudahkan seseorang untuk memperoleh akses ke bermacam-macam layanan, seperti pembukaan rekening bank dna pelayanan publik lainnya secara daring (online).

“Artinya, orang yang sudah memiliki masukan kependudukan bisa mengurus dokumen-dokumen kependudukan yang lainnya, ” jelas Zudan.

Setelah kerja persis dukcapil dan lembaga disepakati, bakal dilakukan pengecekan kelengkapan data, lalu dievaluasi. Setelah semua rangkaian jadi, lembaga akan memperoleh akses daripada dukcapil yang diberikan secara percuma.

“Prosesnya tidak rumit dan tidak dipungut biaya. Layanan ini sampai sekarang gratis tidak dipungut biaya, ” tandasnya.

Reporter: Pipit Ika Ramadhani

Sumber: Liputan6. com [azz]