Kemenhub akan Proses Hukum Pelaku Bermain Layang-Layang di Sekitar Bandara

Merdeka. com – Kementerian Perhubungan hendak menindak tegas bagi para pelaku yang bermain layang-layang di daerah Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP). Adapun sanksi diberikan yakni kejahatan penjara paling lama 3 tahun dan atau denda paling penuh Rp1 miliar, sesuai Undang undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Novie Riyanto menguatkan, pihaknya tak main-main akan menindak tegas setiap pelaku yang membahayakan keselamatan dan keamanan penerbangan.

“Kami tak segan buat memberikan sanksi bagi para pelanggar peraturan penerbangan, Ditjen Hubud (Hubungan Udara) akan menurunkan PPNS, pengawas navigasi penerbangan, inspektur keamanan penerbangan untuk bersama sama dengan negara keamanan menindak-lanjuti semua pelanggaran metode penerbangan untuk diproses secara dasar, ” kata dia di Jakarta , Minggu (25/10).

Kemenhub bersama Airnav Indonesia, operator bandara dan seluruh stakeholder penerbangan juga terus mengabulkan kegiatan sosialisasi ke masyarakat terpaut KKOP. Di mana wilayah KKOP tersebut adalah wilayah daratan maupun perairan, serta ruang udara dengan digunakan untuk kegiatan operasi penerbangan, sehingga dilarang untuk melakukan kegiatan apapun tanpa izin.

“Saya sering sekali mendapat masukan dari pilot terkait banyaknya layang-layang yang terbang di sekitar bandara, yang sangat membahayakan keselamatan penerbangan dikarenakan apabila pesawat menabrak ataupun tertabrak layangan dan masuk ke mesin pesawat dapat merusak bagian pesawat atau layangan tersebut bisa menghalangi take- off ataupun landing pesawat, ” ujarnya.

“Mari kita budayakan untuk mematuhi peraturan yang telah ditetapkan, tujuannya adalah terciptanya keselamatan, keamanan dan kenyamanan bersama, ” tutupnya. [idr]