Kerjasama Global Kurang, Masing-masing Negara Berperan Sendiri Hadapi Covid-19

Merdeka. com – Duta Besar Indonesia untuk Swiss, Muliaman Hadad, mengatakan zaman ini semua negara tampaknya cukup ‘sibuk sendiri’ dengan urusan domestik. Hal tersebut ditengarai menjadi dalih kenapa upaya global untuk menghadapi Covid-19 belum berkembang signifikan.

“Memang mestinya seperti tersebut. Karena sekarang saya melihat gagasan global memobilisasi sumber daya terutama untuk membantu negara-negara berkembang tersebut saya lihat masih sangat kurang, ” kata dia, dalam dialog daring, Sabtu (30/5).

Dia menyoroti stimulus fiskal yang diberikan oleh sejumlah negara lulus dalam mendukung perekonomian domestiknya. Padahal saat yang sama, sejumlah negara berkembang membutuhkan bantuan global di memerangi Covid-19.

“Negara-negara berkembang ini kan dihadapkan dengan keterbatasan. Kalau kita lihat misalnya ada stimulus ekonomi sampai USD 10 Triliun di seluruh dunia bahkan baru kemarin bank sentral Eropa menambah lagi stimulus tambahan, ” ujar dia.

Stimulus besar-besaran yang diberikan negara2 maju, lanjut dia, di sisi lain membuat negara-negara berkembang menjadi ‘iri’. “Sebetulnya di mata negara2 berkembang ada semacam keirian tertentu karena negara maju seperti menunjukkan kemampuan yang luar biasa membantu rakyatnya Sementara negara-negara berkembang ataupun underdeveloped countries mereka berusaha sahih untuk tetap bertahan, ” mekar dia.

“Sementara ide global untuk menjadikan ini rumor global dan membuat prioritas-prioritas global itu, saya belum lihat segalanya yang signifikan. Masing-masing sibuk dengan diri sendiri, ” imbuh dia.

Hal tersebutlah yang menurut dia bisa menjadi situasi belakang hilangnya kepemimpinan global bersamaan merebaknya Covid-19. Bahkan negara dengan dianggap sebagai pemimpin global serupa AS pun tidak bisa berbuat banyak.

“Amerika yang pada krisis 2008 menjadi kepala inisiator utama terbentuknya G20, keadaan ini tidak bisa lagi inisiator karena dia sibuk di dalam negeri. Eropa pun saya kira juga demikian. Saya kita ada sama dengan gap of leadership dalam kepemimpinan global terutama untuk mengantisipasi Covid-19, ” tandasnya. [lia]