Kos Haji Sudiang Makassar Siapkan 457 Kamar untuk Isolasi Pasien Covid-19

Merdeka. com awut-awutan Kementerian Agama wilayah Sulawesi Daksina menyiapkan Asrama Haji Sudiang Makassar untuk menjadi tempat isolasi pasien Covid-19. Tersedia 457 kamar yang disiapkan untuk isolasi pasien Covid-19 tanpa gejala.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Asrama Haji Sudiang, Ikbal Ashadi mengatakan Asrama Haji Sudiang merupakan salah kepala asrama haji di Nusantara yang disiapkan untuk menjadi tempat isolasi mandiri. Selain itu Asrama Haji Sudiang juga disiapkan untuk karantina penumpang yang datang daripada luar negeri.

“Ada 457 kamar disiapkan untuk pasien tanpa fakta yang menjalani isolasi sendiri. Selain itu, penumpang sejak luar negeri juga harus menjalani karantina di sini selama 5 hari, ” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (26/6).

Meski juga disiapkan untuk karantina penumpang penerbangan Internasional, Ikbal mengatakan menunggu petunjuk daripada Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Pasalnya, hingga saat ini Bandara Sultan Hasanuddin belum ada penerbangan Internasional selama pandemi.

“Kita sedang tunggu dari Kemenhub perkara penerbangan Internasional di Bandara Hasanuddin. Kalau memang ada, kita buka (ruang karantina), ” kata dia.

Ikbal menambahkan nantinya pasien Covid-19 yang melaksanakan isolasi mandiri akan disiapkan masing-masing satu kamar. Bertentangan jika pasien Covid-19 dengan satu keluarga bisa kepala kamar.

“Kalau misalnya ada satu puak yang positif dan melaksanakan isolasi bisa langsung satu kamar, ” tuturnya.

Ia menegaskan Kos Haji Sudiang akan menerapkan protokol kesehatan. Dia mengecap itu bentuk komitmen buat membantu pemerintah mengatasi pandemi.

Pelaksana suruhan (Plt) Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Khoirizi mengatakan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas telah menyetujui untuk menjadi Kos Haji sebagai tempat isolasi pasien Covid-19.

Ia mengatakan penggunaan Pondok Haji untuk isolasi penderita Covid-19 sebelumnya sudah dikerjakan di Asrama Haji Sukolilo Surabaya saat Tri Rismaharini masih menjadi Wali Praja Surabaya. [bal]