KPK Bakal Undang Mendikbud Bahas Rencana Organisasi Penggerak

Langgas. com – Komisi Pemberantasan Manipulasi (KPK) berencana mengundang Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Markarim membahas Program Pola Penggerak (POP) yang saat itu menjadi polemik.

“Terkait yang sekarang lagi ramai POP itu, kami akan rencana mengundang Pak Menteri ke mari berhubungan Irjen dan Dirjen. Jadi, nanti mungkin itu bisa salah satu agenda yang kami sampaikan, ” kata Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar dalam webinar ‘Menjaga Integritas Dalam Implementasi Kebijakan PPDB’ yang disiarkan akun Youtube KPK, Rabu (29/7).

Lebih lanjut, Lili juga menyatakan kalau lembaganya akan menelaah soal agenda tersebut. “Selain itu kami hendak menelaah tentang kebijakan tersebut, ” kata Lili.

Sementara dalam kesempatan sama, Nadiem menyatakan Kemendikbud memutuskan untuk mengevaluasi kalender tersebut selama 3 sampai 4 minggu. Selain itu, kata dia, Kemendikbud juga akan mengundang pihak-pihak eksternal untuk memberikan penilaian perkara program tersebut.

“Kami memutuskan untuk melakukan evaluasi 3-4 minggu evaluasi lagi, kami mau mengundang pihak-pihak eksternal untuk melihat sistem kami, tolong berikan penghargaan melalui sistem seleksi kami, ” ungkap Nadiem.

Pertimbangan itu, lanjut dia, juga buat memastikan apakah program tersebut telah tepat dan efektif di sedang wabah Covid-19 saat ini.

“Kami ingin memastikan untuk apakah dengan Covid ini timing dan timeline-nya sudah tepat & efektivitas programnya masih bisa berlaku dan setiap organisasi kami mau lakukan triple check lagi melanggar kelayakan, kredibilitas mereka, ” tuturnya.

Ia juga mengisbatkan bahwa Putera Sampoerna Foundation & Tanoto Foundation tidak akan menyambut hibah dari pemerintah sepeser kendati.

“Namun, mereka sedang bergabung dalam program agar kita bisa belajar dari pengalaman mereka dan semuanya diukur dalam pola “monitoring” kita, ” ujar Nadiem.

Terakhir, ia juga mengharapkan agar Nahdlatul Ulama ( NU ), Muhammadiyah , dan Gabungan Guru Republik Indonesia (PGRI) mampu kembali bergabung dalam program tersebut.

“Harapan besar saya yang luar bisa bahwa dengan perubahan ini dan penyempurnaan-penyempurnaan apapun di masa depan bahwa NU, Muhammadiyah, dan PGRI bisa kembali membimbing kami kembali melibatkan muncul dalam proses ini dan terus menyempurnakan program kami, ” kata Nadiem. [eko]