Masuki Pancaroba, Peternak Keluhkan Ayam Petelur Alami Stres

Lepas. com – Peternak di Sumatera Selatan mengeluhkan ayam petelur mengalami stres akibat musim pancaroba. Hal ini berdampak pada kenaikan harga telur sebab produksi menurun.

Ketua Asosiasi Masyarakat Peternak Sumsel Ismaidi Chaniago mengungkapkan, situasi ini tiba terjadi beberapa pekan terakhir karena memasuki musim pancaroba. Cuaca berubah-ubah membuat ayam stres yang berujung kematian. Peternak harus mengeluarkan kos lebih untuk menstabilkan kesehatan ayam agar tidak banyak yang tewas.

“Cuaca berubah-ubah, kala panas kadang hujan membuat mandung stres, parahnya banyak ayam hancur. Ini membuat peternak rugi, ” ungkap Chaniago, Rabu (17/6).

Menurut dia, pada guru normal ayam dapat beradaptasi secara membutuhkan suhu ruangan sekitar 100 hingga 130 konstanta. Sedangkan kira-kira pekan terakhir indeks itu berkecukupan pada 170 konstanta.

“Kelembaban mestinya di bawah angka 150, tapi sekarang 170, jauh lebih tinggi. Makanya ayam di dalam stres dan mati lalu menular ke lainnya, ” kata dia.

Ayam stres berpengaruh pada nafsu makan dan jadinya produksi telur berkurang. Penurunan penerapan juga berimbas pada kenaikan nilai telur di pasar. Dalam sepekan terakhir dampak harga ayam kendati berangsur naik di harga Rp22. 800 pada hari ini dari harga beberapa pekan lalu hanya Rp17. 000 per kg.

“Kondisi produksi yang menurun menyebabkan harganya naik, ” ujarnya. [rhm]