Memahami Pos Digital Astuti, Aplikasi yang Mudahkan Warga Tulungagung Melapor Polisi

Merdeka. com awut-awutan Pos Digital Astuti di Kampung Tangguh Semeru yang berada di Desa Bolorejo, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung, mendapat apresiasi dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur. Penggunaan dalam mesin yang menyerupai gerai ATM ini berfungsi sebagai layanan interaktif masyarakat dengan petugas Polres Tulungagung selama 24 jam.

Apresiasi itu disampaikan masa Forkopimda Jawa Timur mengunjungi Zona Tangguh Desa Bolorejo, Minggu (7/6). Para pimpinan daerah yang datang adalah Gubernur Jawa Timur Kofifah Indar Parawansa, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Muhammad Fadil Imran, dan Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah.

“Luar biasa, ini Pos Digital betul memudahkan kita untuk bisa merespons keluhan masyarakat, bahkan bisa secara cepat terhubung dengan TNI & Dinas Kesehatan, kata Fadil pada wartawan.

Dalam kunjungan tersebut, Fadil menandatangani peresmian Gardu Digital Astuti dan Aplikasi Jogo Tulungagung Astuti untuk memudahkan warga Tulungagung berinteraksi dengan polisi .

Fadil menuturkan, terobosan yang dilakukan Polres Tulungagung melalui Pos Digital Astuti dan Aplikasi Jogo Tulungagung Astuti merupakan inovasi luar biasa. Dengan dua sarana digital itu, informasi disampaikan masyarakat dapat diterima polisi dengan cepat dan segera merespon kejadian di lapangan.

Fadil menegaskan inovasi serupa akan dikombinasikan dengan inovasi-inovasi lain sejak masing Polres di Jawa Timur untuk memudahkan pelayanan masyarakat. “Ini ada Pak Pangdam yang tetap memiliki inovasi-inovasi yang akan kita gabungkan untuk memudahkan pelayanan kepada masyarakat, ” tuturnya.

Pos Digital Astuti dan pelaksanaan Kampung Tangguh, menurut Fadil, bisa mempermudah komunikasi antara masyarakat dengan polisi. Dia mencontohkan, masyarakat dengan membutuhkan pengawalan jenazah Covid-19 dapat menggunakan aplikasi Kampung Tangguh Semeru. Aplikasi ini dapat diunduh di Plays Store ponsel android. Jadi polisi bisa cepat merespons kalau ada kejadian di lapangan.

“Kampung Tangguh ini serupa dilengkapi dengan ruang isolasi, tempat pemeriksaan kesehatan, kelengkapan tanggap kesengsaraan, lumbung desa, dan hasil produk-produk bank sampah, ” ungkapnya.

Sebelum Kampung Tangguh di Desa Bolorejo, Kecamatan Kauman, tercatat sebanyak 122 orang dinyatakan Karakter Dalam Pantauan (ODP), tiga orang Pasien Dalam Pengasawan (PDP), & dua orang positif Covid-19. Tetapi setelah ada Kampung Tangguh, angka ODP, PDP dan positif menjadi nihil.

Apresiasi sebangun juga diungkapkan Khofifah Indar Parawansa. Adanya sistem keamanan kampung dengan memanfaatkan teknologi digital menjadi kelebihan tersendiri bagi Kampung Tangguh Daerah Bolorejo.

Itu sebabnya, Khofifah berharap inovasi yang dikerjakan Polres Tulungagung untuk memutus penyaluran Covid-19 juga dapat diaplikasikan pada desa lain.

Selain itu, Kofifah juga meminta biar Kampung Tangguh yang sudah terbentuk, termasuk Kampung Tangguh Semeru di Desa Bolorejo, tidak hanya berlaku untuk memutus mata rantai penyaluran Covid-19, tetapi ke depannya dapat difungsikan dengan cakupan yang lebih luas.

“Jadikanlah Dukuh Tangguh Semeru menjadi kampung dengan mampu menjaga ketangguhan berbagai garis, mulai dari segi sosial, kemantapan nasional, dan lain. Sehingga, guyub rukun dan solidaritasnya harus tetap dijaga, ” terangnya.

Kampung Tangguh merupakan program dengan digagas Fadil. Program ini bertujuan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 seperti yang berada di Dukuh Bolorejo, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung.

Selain masyarakat diajak berpartisipasi aktif dalam memutus penyebaran corona, di Desa Bolorejo selalu disediakan aplikasi keamanan yang di setiap saat dapat digunakan masyarakat untuk berkomunikasi dengan kepolisian, khususnya Polres Tulungagung.

Aplikasi yang dinamai Pos Digital Astuti tersebut berfungsi sebagai pelayanan interaktif secara petugas Polres Tulungagung selama 24 jam. Selain itu, sebagai tujuan physical distancing, negara tetap terlihat di tegah-tengah masyarakat.

Masyarakat tidak perlu ke biro polisi apabila ada keperluan atau pertanyaan. Jika ada kejadian kontinjensi yag tidak dapat ditangani penjagaan, masyarakat cukup menekan tombol panic button dan menyampaikan kendala dengan dihadapi, polisi akan datang ke lokasi. [cob]