MEMERIKSA FAKTA: Penjelasan Kabar Vaksin Sinovac Belum Tersertifikasi Halal dari MUI

Langgas. com – Informasi semua vaksin berbahaya bersirkulasi di media sosial. Selain tersebut, beredar pula tangkapan layar suatu kanal berita berjudul “Vaksin Corona Sinovac China Ternyata Belum Tersertifikasi Halal MUI”.

Liputan6

Hampir semua Vaksin mengandung zat berbahaya dan zat haram. Silakan mengucapkan komposisi Vaksin. Anda akan menyesal jika pernah mengimunisasi putra dayang anda dengan vaksin. Karena benar menyesal selalu belakangan. Tapi tak ada yg terlambat jika kita ingin mencari tahu kebenarannya.

Penelusuran

Penjelasan terkait halal atau tidaknya vaksin Cinovac dijelaskan dalam artikel Detik. com berjudul “Vaksin Corona Sinovac dari China Halal? Itu Jawab Menristek RI” pada 29 Juli 2020.

Kabar tentang penggunaan vaksin COVID-19 Sinovac ini mendapat tanggapan dari bermacam-macam pihak. Salah satu hal yang kerap jadi pertanyaan adalah dengan jalan apa status halal vaksin.

Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Penelitian dan Inovasi Nasional Republik Indonesia (Menristek/BRIN) Bambang Brodjonegoro mengatakan, secara umum penentuan halal dan tidaknya sebuah vaksin melalui dua periode.

“Tentunya ada besar tahap di tahap pengembangan ataupun risetnya dan nanti tahap produksi, ” kata Bambang saat ditemui di Jalan Pasteur, Sukajadi, Kota Bandung pada Rabu, (29/7/2020).

Lebih lanjut, mengenai vaksin Sinovac yang merupakan hasil kerja sama dengan pihak luar, dia mengatakan, bisa diketahui saat buatan yang dilakukan oleh Biofarma dibarengi konsultasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Biofarma sudah punya pengalaman panjang untuk mendapatkan status tersebut dari Dewan Syariah atau Dewan MUI, ” ujarnya.

Kemudian dalam tulisan mediaindonesia. com berjudul “Sertifikasi Legal Vaksin Covid-19 Segera Diajukan” di 13 Agustus 2020, dijelaskan bahwa Bio Farma selaku calon pembuat akan secepatnya melakukan sertifikasi legal untuk vaksin Sinovac kepada MUI.

Corporate Secretary Bio Farma Bambang Heriyanto, mengatakan, vaksin ini menggunakan bahan baku halal. Tapi untuk spesifikasinya, itu ialah kewenangan MUI.

“Mereka yang akan tentukan. Tentu ana akan lakukan sertifikasi, ” katanya di Bandung, Rabu (12/8).

Terkait proses, kata tempat, akan tergantung sistemnya karena menetapkan dilihat proses dan lainnya. Apalagi tim Indonesia baik MUI atau POM, mesti ke Sinovac untuk mengaudit.

Dalam perihal normal, proses sertifikasi halal bisa enam hingga 1 tahun. Namun karena pandemi, dia berharap mampu 1 bulan.

Besar Divisi Surveillance dan Uji Klinis Bio Farma, Novilia S Bachtiar mengatakan terkait sertifikasi halal, semenjak kerjasama dengan Sinovac pihaknya sudah koordinasi dengan MUI. Bahkan beberapa kali melakukan koordinasi.

“Untuk sertifikasi halal sekarang dasar belum, karena belum bisa dikeluarkan ketika vaksin sedang dilakukan uji klinis. Nanti sertifikasi halal MUI akan silahkan saat proses registrasi, ” beber dia.

Kendati begitu, pihaknya sudah komunikasi dengan sinovac sejak awal. Bio Farma sempat mengajukan pertanyaan, apakah mereka produksi pakai bahan suci.

“Mereka katakan tidak. Mereka ada statement letter-nya, tidak ada bahan yang bersumber lantaran haram. Tapi tetap, nanti saya akan minta sertifikasi MUI, ” katanya.

Kesimpulan

Informasi bahwa vaksin Sinovac suci adalah tidak benar. Pihak Bio Farma selaku calon produsen akan secepatnya melakukan sertifikasi halal untuk vaksin Sinovac kepada MUI.

Jangan mudah percaya serta cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal daripada sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. [noe]