Memori Asrama Haji Penuh, Gibran Siapkan Lokasi Lain untuk Isolasi Pasien Corona

Merdeka. com – Sejak beberapa bulan final, Asrama Haji Donohudan Boyolali menjadi rujukan karantina masyarakat Solo Raya yang terpapar Covid-19 dengan status orang tanpa gejala (OTG). Tetapi seiring melonjaknya kasus pada Kabupaten Kudus, asrama hak Pemprov Jateng itu selalu dihuni pasien dari Praja Kretek. Hingga hari ini 99 pasien sudah dievakuasi ke sana.

Untuk mengantisipasi jika Donohudan penuh, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo pun menyiapkan pilihan tempat isolasi bagi warganya yang terpapar Covid-19. Antara lain rumah sakit lapangan (Rumkitlap) milik TNI AD pada Benteng Vastenburg. Wali Kota Gibran Rakabuming Raka mengiakan telah berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

“Kami perlu menyiapkan lokasi alternatif tempat isolasi terpusat untuk mengantisipasi jika Donohudan penuh. Sungguh antara lain Rumkitlap, Tunggal Techno Park (STP). Tersebut worst case scenario ya, ” ujar Gibran kepada wartawan seusai mengikuti kesibukan di Gedung DPRD Tunggal, Senin (7/6).

Meski worst case scenario, namun tetap perlu dilakukan antisipasi. Bukan hanya tempat isolasi alternatif, Gibran mengecap juga perlunya penambahan daerah perawatan, ICU dan yang lain.

Seperti diketahui STP sudah berulang kali menjadi tempat isolasi. Namun RS darurat TNI AD di Benteng Vastenburg meski belum pernah dipakai, tetapi masih siap jika tersedia pasien.

Selain itu, Gibrah juga menyatakan jika pihaknya siap membangun Pemprov Jateng dan Pemda Kudus jika memang membutuhkan tempat untuk perawatan warganya yang positif Covid-19. Apalagi jika dibutuhkan tenaga kesehatan tubuh pun pemkot siap membantu.

“Yang nyata Kudus sekarang sudah over capacity ya kita harus bantu. Nanti kalau misalnya di rumah sakit kita perlu buka kamar segar, kita siapin, tenang aja, ” pungkasnya. [cob]