Mengaduk-aduk Strategi Marketing McDonald’s Hingga Produk BTS Meal Diburu Masyakarat

Merdeka. com – BTS Meals resmi rilis di Nusantara pada hari ini, Rabu (9/6) mulai pukul 11. 00 WIB. Panganan kegiatan sama antara grup idola BTS dengan McDonald’s laku manis di Indonesia, sampai-sampai gerai melakukan buka menutup orderan di ojek online. Tak hanya itu, kabar tentang produk yang dijual pun trending di berbagai sosial media.

Pakar Marketing, Yuswohady memperhitungkan, strategi marketing yang dimanfaatkan McDonalds dalam hal itu yaitu pendekatan marketing horizontal. Artinya memanfaatkan fans dibanding idol BTS untuk memasarkan produk yang baru dirilis agar menjadi viral dalam dunia maya.

“Kalau horizontal itu lebih mengandalkan pelanggan ke konsumen dan yang ditunggunya sesungguhnya ini viral, omongan fans di sosial media, ” kata Yuswohady saat dihubungi merdeka. com, Jakarta , Rabu, (9/6).

Yuswohady membaca, pemasaran produk yang memutar baik yaitu meminjam lengah konsumen untuk mempromosikan produk di pasaran. Hal inilah yang terjadi saat ini, para Army (sebutan penggemar BTS) membicarakan menu anyar McDonalds di dunia tanwujud.

“Marketing dengan paling bagus ini pinjem tangan konsumen, jadi tersebut bukan McD yang pasarkan tapi para fans dan netizen, dan ini melahirkan cerita berantai dan tersedia viralitas, itu yang terjadi, ” tuturnya.

Sehingga, pada akhirnya, dengan mempromosikan BTS Meals bukanlah perusahaan makanan cepat saji tersebut. Melainkan para fans Bangtan Boys.

Pendekatan pemasaran horizontal tersebut dinilai lebih ampuh ketimbang dengan pendekatan vertikal. Pokok pendekatan vertikal mengandalkan propaganda yang dibintangi para kesayangan. Baik dalam bentuk iklan di media televisi, radio, media online atau media lainnya.

“(Strategi horizontal) sangat jauh bertambah baik dari pendekatan vertikal. Beribu-ribu kali jauh lebih besar karena menggunakan gaya massa. kekuatan fans, sebab pelanggan ke pelanggan, ” kata dia. [idr]