Mengejar Matahari Terbit di Cukul Pangalengan Bandung

Merdeka. com – Momen matahari terbit dasar menjadi waktu favorit bagi banyak orang. Bak berlaku lotre, pesona keindahan matahari terbit terkadang hanya tumbuh pada waktu-waktu tertentu. Tak heran, banyak orang dengan rela pergi kala suram demi mencari spot terbaik untuk menikmati golden sunrise.

Salah satunya di Sunrise Point Cukul, Pangalengan, Kabupaten Bandung. Berada di atas ketinggian satu. 600 mdpl, keindahan zona detik-detik matahari muncul sebab atas bukit Cukul Sunrise Point sukses membius di setiap penikmatnya. Meski udara tebal telinga menusuk tulang, namun seluruh seolah terbayarkan.

Semburat merah kekuning-kuningan tampak menembus awal tebal. Sinarnya muncul di sisi timur tepat di balik Gujung Wayang. Pemandangan semakin mempesona dengan hamparan hijau perbukitan teh. Berkat keindahannya, enggak heran, Cukul Sunrise Point mendapat predikat tempat terkemuka melihat matahari terbit dalam Pangalengan.

©2021 Merdeka. com/Heri Setiawan

Matahari berangkat meninggi. Udara dingin pula mulai sirna. Secara perlahan, hamparan awan putih tampak jelas dihiasi puncak-puncak bukit. Lanskap bukit-bukit kecil, Gunung Wayang, pesona matahari dengan diselimuti awan pun lulus memanjakan mata.

Waktu terbaik mengejar matahari terbit sejak pukul 5 pagi. Beberapa orang justru datang lebih awal agar tak ketinggalan momen indahnya. Biar begitu, pesona Cukul Panglengan tetap memukau usai matahari telah terbit.

©2021 Merdeka. com/Heri Setiawan

Berkecukupan di kawasan perkebunan teh PTPN 8 di Selatan Bandung. Segarnya hawa perkebunan di pagi hari memasukkan paru-paru. Dari atas ketinggian, pengunjung bisa berfoto secara backgroundpunuk-punuk perbukitan yang ditutupi kebun teh.

Tak hanya bisa dipandang mata, pengunjung juga mampu menjelajah sekitar Perkebunan Teh Pasir Rengsa , Kabupaten Bandung. Total area yang mencapai 3 hektar ini bisa menjelma olahraga di pagi keadaan.

©2021 Lepas. com/Heri Setiawan

Tepat di sisi kiri jalan tanah, tersedia situ kecil dengan background rumah bergaya kolonial Belanda ala retro bak dalam luar negeri. Rumah dengan diketahui Villa Merah tersebut berada di depan kolam kecil dengan tanaman yang berundak.

Terletak sekitar 56 km dibanding pusat kota Bandung, kira-kira dua jam untuk mencapai lokasi. Kamu bisa mengeksplor seluk-belukCukul Pangalengan. Untuk menyelundup ke obyek wisata itu, tidak perlu merogoh kantong dalam-dalam. Tiket masuknya hanya Rp 10. 000 buat satu orang.

©2021 Merdeka. com/Heri Setiawan

Ada banyak spot yang mampu dijelajah. Satu diantara sudut kesayangan para pelancong adalah bersandar di atas hammock sambil menikmati udara sekitar. Semilir angin dan udara segar cocok untuk melepas penat, menjernihkan pikiran.

Bukan hanya matahari terbitnya saja yang mempesona, namun matahari terbenam pun tampak indah tak terkira pada wisata alam ini. Masa malam, kamu bisa memandangi indahnya milky way pada atas langit Cukul. Wisata ini juga menyediakan tempat camping untuk kamu yang hobi berkemah. [Tys]