Menhub Budi Tinjau Penerapan Keadaan Pertama Pembatasan Pintu Menyelap Internasional Batam

Merdeka. com semrawut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau langsung penerapan pembatasan pintu masuk internasional di Pelabuhan Batam, yang tiba berlaku efektif pada hari Kamis (16/9) kemarin. Sama dengan arahan Presiden Jokowi , Kemenhub telah menerbitkan Surat Edaran Tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang dari Luar Negeri elok melalui darat, laut, serta udara.

Peristiwa ini dilakukan sebagai upaya melakukan antisipasi dan pencegahan penyebaran varian virus terakhir Covid 19 termasuk Varian Mu (B. 1. 621) masuk ke Indonesia, melalui simpul-simpul transportasi yang melayani rute internasional.

“Hari ini saya ke Batam ditugaskan Presiden kalau harus dilakukan pengawasan dengan khusus lintas batas dibanding luar negeri ke Indonesia. Disini Forum Koordinasi Arahan Daerah (Forkopimda) menunjukan sepadan respon yang baik berasaskan koordinasi dari pusat, oleh karenanya saya apresiasi bungkus Gubernur, Kapolda, Danrem serta yang lain, ” perkataan Menhub Budi dalam pernyataannya, Sabtu (18/9).

Lebih lanjut Menhub Watak mengatakan, rata-rata Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang muncul melalui Pelabuhan Batam berjumlah 100 orang, kedepan bakal dilakukan langkah-langkah yang bertambah ideal agar lebih baik lagi seperti percepatan buatan PCR dan vaksinasi.

“Dalam beberapa hari ini Kemenkes dan Satgas Penanganan Covid-19 akan menyerahkan sejenis PCR dengan sistem Tes Cepat Molekuler (TCM) yang hasilnya bisa diketahui dalam waktu beberapa jam. Sehingga para pekerja migran yang keluar dari bintik kedatangan ini sudah diketahui mana yang positif maupun negatif, ” ucap Menhub Budi.

Menhub Budi merekomendasikan apabila di dalam hari ketujuh karantina buatan PCR negatif pada keadaan kedelapan dilakukan vaksinasi pada para pekerja migran. Kemenhub telah mengeluarkan Surat Informasi tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang dari Luar Daerah dengan Transportasi Darat (SE Nomor 75 tahun 2021), Laut (SE Nomor 76 tahun 2021), dan Suasana (SE Nomor 74 tahun 2021).

Melalui tiga SE Kemenhub, dikerjakan pembatasan di pintu kehadiran pelaku perjalanan internasional bagus di Pos Lintas Batas Negara (PLBN), Pelabuhan, maupun Bandara. Untuk Bandara yang dibuka hanya di Bandara Soekarno Hatta dan Sam Ratulangi Manado. Untuk Pelabuhan hanya dibuka di Pelabuhan Batam dan Nunukan. Beserta, untuk PLBN hanya dibuka di Terminal Entikong dan Aruk

“Adapun sasaran dari pembatasan & aturan syarat kesehatan itu adalah para pekerja migran Indonesia, Warga Negara Nusantara (WNI), dan Warga Negeri Asing (WNA), awak pesawat dan pesawat penumpang maupun kargo, yang akan menghunjam ke Indonesia” tandasnya. [did]