Menjurus OJK Dorong Inovasi Model Inklusi Keuangan di Tanah Air

Merdeka. com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus menggenjot inovasi cara inklusi keuangan di Tanah Cairan. Bahkan, Selama bulan Oktober 2020, OJK bersama dengan kementerian/lembaga, Lembaga Jasa Keuangan dan stakeholders terpaut menyelenggarakan kegiatan Bulan Inklusi Keuangan (BIK). Dalam acara ini, OJk juga Kompetisi Inklusi Keuangan (KOINKU) 2020.

Kompetisi itu diadakan dalam rangka mencari ide-ide kreatif serta inovatif terkait langgam inklusi keuangan, khususnya di kala pandemi covid-19 ini.

Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan OJK, Kristrianti Puji Rahayu mengatakan, KOINKU bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan awareness masyarakat terhadap inklusi keuangan. KOINKU 2020 diharapkan dapat menjaring ide-ide kreatif yang dapat digunakan dalam penyusunan kecendekiaan perluasan akses keuangan khususnya untuk segmen perempuan.

“Pelaksanaan KOINKU pada 2020 diharapkan bisa meningkatkan inklusi keuangan, khususnya rani yang pada akhirnya meningkatkan ketenteraman masyarakat Indonesia, ” ujar Kristrianti dalam penutupan BIK 2020 dengan virtual dikutip Jumat (6/11).

Dalam acara penutupan BIK 2020, OJK mengumumkan pemenang KOINKU dengan total hadiah sebesar Rp80 juta. Mengangkat tema ‘Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Melalui Program Inklusi Keuangan’, kompetisi ini diikuti 164 peserta yang berasal dari akademisi (mahasiswa atau dosen), Lembaga Swadaya Klub (LSM) atau komunitas, Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK), hingga bangsa umum.

Dari 164 proposal yang masuk selanjutnya dilakukan tahap penjurian dan dipilih 10 finalis oleh dewan juri yang terdiri dari OJK, perwakilan Mahkamah Nasional Keuangan Inklusif (DNKI), agen Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Pelestarian Anak, perwakilan PT Permodalan Nasional Madani, serta perwakilan akademisi.

Dari hasil penjurian tersebut, Tim Orientaru berhasil menyabet Jempolan 1. Tim ini mengirimkan prakarsa kreatif dan inovatif model inklusi keuangan dengan proposal berjudul “SiReceh: Platform Program Inklusi Keuangan menggunakan Aplikasi Terintegrasi dengan Point of Sales (PoS) dan Penyedia Asuransi Mikro Wanita”.

Sementara Juara 2 diraih Tim Alpha Finclusion dengan judul proposal “KembalianKu”. Sedangkan Tim 46rier berhasil lidah Juara 3 dengan judul rencana “Digitalisasi KUR Tani & Smartfarming; Pemberdayaan Petani Perempuan Milenial Penyesuaian Kebiasaan Baru”.

Tim Cendekia dengan judul proposal “BELKUAN: Sarana Edukasi, Diskusi, dan Penyebaran Informasi Keuangan Berbasis Aplikasi Sebagai Solusi Peningkatan Inklusi Keuangan Perempuan” mendapat Juara Harapan 1. Semrawut Tim SBM-ITB dengan judul rencana “Aplikasi M-Power Womanpreneur” meraih Jago Harapan 2.

“OJK melalui KOINKU akan terus berkomitmen untuk mendorong adanya inovasi ragam inklusi keuangan dalam rangka menjunjung tercapainya tingkat inklusi keuangan sebesar 90 persen pada akhir 2024, ” tutup Kristrianti. [idr]