Negeri Terbitkan Sukuk Global Senilai Rp42, 73 Triliun, Tenor Hingga 30 Tahun

Merdeka. com – Kementerian Keuangan kembali ke pasar sukuk global tahunan dan sukses melakukan pembicaraan penjualan sukuk sebesar USD3 miliar atau setara dengan Rp42, 73 triliun (kurs Rp14. 245) dengan tingkat imbal hasil terendah. Ini dilaksanakan sejalan dengan muslihat pembiayaan APBN, serta kontrak Pemerintah untuk mengembangkan & meningkatkan likuiditas pasar sukuk di kawasan Asia.

Transaksi tersebut berisi atas USD1, 25 miliar dengan tenor 5 tahun, USD1 miliar dengan tenor 10 tahun, dan USD750 juta dengan tenor 30 tahun (seri Green).

Penerbitan sukuk ini dalam format 144A / Reg S Trust Certificate dengan akad Wakalah dengan jatuh tempo pada tarikh 2026, 2031 dan 2051. Sukuk Wakalah diterbitkan sebab Pemerintah melalui Perusahaan Penerbit SBSN Indonesia III, sebuah badan hukum yang dibentuk oleh Pemerintah Republik Indonesia khusus untuk melakukan penerbitan SBSN.

Penerbitan Sukuk Global kali tersebut akan dicatatkan di Singapore Stock Exchange dan NASDAQ Dubai (dual listing). Setelmen akan dilaksanakan pada tanggal 9 Juni 2021. Pembicaraan ini telah diberikan status Baa2 oleh Moody’s Investor Service, BBB oleh S& P Global Ratings Services dan BBB oleh Fitch Ratings.

Initial price guidance pada transaksi ini yaitu pada 1, 90 persen area, 3, 00 persen area, & 4, 00 persen tempat untuk tenor 5, 10 dan 30 tahun. Pembicaraan tersebut mendapat respon nyata dari investor sejak dimulainya bookbuilding.

Kejadian ini memungkinkan Pemerintah untuk menekan initial price guidance sebesar 40 basis pokok (bps) pada tenor 5 tahun dan sebesar 45 bps pada tenor 10 dan 30 tahun, buat mengumumkan final price guidance. Jumlah order book tercatat pada USD10, 3 miliar atau sebesar 3, 43 kali target Pemerintah dengan sebesar USD3 miliar. Tersebut mencerminkan minat investor dengan tajam dan sesi bookbuilding yang kuat.

Mengutip keterangan resmi DJPPR, Pemerintah juga memperkenalkan bentuk Green Sukuk pada tenor 30 tahun untuk prima kalinya di dunia, sekaligus Green Sukuk global keempat yang diterbitkan berdasarkan ROI Green Bond and Sukuk Framework. Penerbitan ini memeriksa dedikasi dan komitmen masa panjang Pemerintah untuk pembiayaan hijau dan berkelanjutan, beserta memelopori metode pembiayaan dalam upaya melawan perubahan kondisi. [azz]