OTT di Kaltim, KPK Segel Biro Bupati Kutai Timur

Merdeka. com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyegel sejumlah ruangan di Kantor Tumenggung Kutai Timur, Kompleks Bukti Pelangi, Sangatta, Kutai Timur. Beberapa ruangan dan kantor dipasang garis KPK.

Pantauan Liputan6. com, ruangan yang disegel antara asing ruang kerja bupati, Kantor BPKAD, Kantor Bapenda, dan rumah jawatan Bupati Kutai Timur. Penyegelan itu dilakukan secara tiba-tiba sehingga mengagetkan sejumlah petugas jaga.

“Tadi ada petugas dari KPK sekitar pukul 21. 00 WITA langsung menyegel ruangan, ” sekapur seorang petugas jaga, Kamis (2/7) malam.

Saat penyegelan, pegawai di ruangan dan jawatan tersebut sudah pulang. Sehingga aparat KPK yang datang tidak sungguh-sungguh banyak dipantau.

Tenggat saat ini belum ada denyut di kompleks kantor bupati, termasuk penggeledahan. Petugas Satpol PP terang menjaga ketat kantor bupati.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan melakukan kegiatan mengambil tangan pada Kamis (2/7). Kali ini, operasi tangkap tangan itu dikerjakan di Kabupaten Provinsi Kalimantan Timur.

“Benar, KPK menyelenggarakan tangkap tangan terhadap beberapa karakter yang diduga sebagai pelaku tindak pidana korupsi , salah satunya adalah kepala daerah kabupaten di Kaltim, ” cakap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta , Jumat (3/7) pagi buta.

Namun, sirih dia, KPK belum bisa merinci mengenai kasus, siapa saja yang ditangkap, dan juga barang bukti yang diamankan dari kegiatan tangkap tangan itu.

“Mengenai kasusnya, siapa saja yang ditangkap, dan barang bukti apa yang diamankan, saat ini belum mampu kami sampaikan, ” kata tempat.

Ia mengatakan awak KPK masih bekerja di lapangan dan memastikan perkembangan dari kesibukan tangkap tangap tersebut akan disampaikan kembali.

“Tim masih bekerja dan perkembangannya nanti mau kami sampaikan kepada rekan-rekan seluruh, ” ujar Ali.

Hal senada dikatakan Ketua KPK Firli Bahuri. Dia membenarkan adanya penangkapan yang dilakukan pihaknya.

“Deputi penindakan dan awak masih bekerja. Mohon waktu, ” ujar Firli saat dikonfirmasi, Kamis (2/7) malam.

Tetapi Firli belum bersedia membeberkan lebih jauh terkait penangkapan tersebut. “Mohon diberi waktu karena belum tuntas, ” kata dia.

Sumber: Liputan6. com [gil]