Pelanggar Protokol Kesehatan di Surabaya Disanksi Beri Makan ODGJ

Merdeka. com – Pelanggar protokol kesehatan pada Kota Surabaya , Jawa Timur, bakal diberi hukuman sosial yakni membantu petugas meluluskan makan orang dalam gangguan tali jiwa (ODGJ) di Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Keputih.

Besar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya Eddy Christijanto mengatakan dalam Peraturan Wali kota Surabaya Nomor 28 Tahun 2020 Tentang Tatanan Normal Baru diatur tentang sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan tubuh, salah satunya pemerintah dapat menyerahkan tindakan lainnya yang bertujuan mendiamkan pelanggaran dan/atau pemulihan.

“Jadi pemerintah kota bisa menganjurkan sanksi pelanggaran yang dapat menyampaikan dampak untuk penghentian pelanggaran. Berarti kita diberikan ruang di danau untuk memberikan sanksi yang mengedukasi, ” kata Eddy di Surabaya, Jumat (26/6).

Eddy mengatakan jika sebelumnya sanksi ‘push up’, menyanyi, hingga menyapu ustaz telah dilakukan kepada pelanggar adat kesehatan, ke depan sanksi baik berupa membantu petugas Liponsos Keputih memberi makan ODGJ bakal diterapkan.

Mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPB) dan Linmas Surabaya ini menyebut jika nantinya masyarakat masih tetap membandel mengenai protokol kesehatan seperti tidak mengindahkan masker, Satpol PP tak malas mengirim mereka ke Liponsos Keputih untuk diberikan sanksi sosial.

“Nanti kalau ada pengingkaran mereka dimasukkan ke Liponsos untuk memberi makan ODGJ, bisa satu jam, dua jam, ” katanya.

Meski begitu, Eddy menyatakan, pihaknya akan terus getol memberikan edukasi kepada masyarakat supaya disiplin menerapkan protokol kesehatan serupa memakai masker dan jaga jangka atau physical distancing. Hingga masa ini, sudah ada sekitar 20 orang yang telah diberikan hukuman sosial karena diketahui tidak menggunakan masker.

“Kalau nyapu kemarin sudah ada laporan sekitar 20 orang, 16 laki-laki dan 4 wanita. Kita giat tetap, tujuan kita apa? supaya segenap pakai masker. Padahal pakai kedok itu 60 persen dapat menanggulangi terjangkitnya kena virus, ” katanya. [ded]