Pelihara Negara, Sosialisasi Kominfo Bawa Anak Muda Aktif Berkarya

Langgas. com – Kabar mengejutkan hadir dari Badan Narkotika Nasional (BNN) yang baru sekadar merilis fakta baru. Disebutkan bahwa Provinsi Jawa Barat menjadi daerah tertinggi pemakai narkoba selama masa pandemi Covid-19 karena pembatasan aksi di masa pandemi. Situasi ini dibuktikan dari banyaknya penangkapan pengguna narkoba pada Jawa Barat, jika dibandingkan dengan provinsi lainnya.

Hal ini pun mendapat tanggapan dari Penasihat Informasi dan Komunikasi Kebijakan, Hukum, dan Keamanan Kementerian Komunikasi dan Informatika Bambang Gunawan. Ia menilai golongan milenial dan remaja benar menjadi kelompok paling rentan menjadi ‘penyalahguna’ narkoba.

“Kami (Kominfo) membangun BNN dalam penanganan penyalahgunaan narkoba. Kalau BNN dibanding sisi penindakan, kami membangun dari sisi pencegahan lewat sosialisasi bahaya narkoba. Lupa satunya melalui agenda Bela Negara yang salah kepala bentuknya adalah mendorong tingkatan muda untuk aktif bekerja, ” ujar Gunawan.

Gunawan melanjutkan, apabila anak muda disibukkan secara kegiatan-kegiatan positif, seperti ngevlog, menciptakan konten-konten kreatif, ataupun kegiatan sejenisnya, secara otomatis akan menjauhkan mereka lantaran keinginan mencoba-coba narkoba. Kominfo juga berupaya menciptakan kegiatan-kegiatan secara massal untuk menggugah rasa Bela Negara dalam kalangan muda serta kerawanan narkoba. Menginternalisasikan nilai-nilai Pancasila ke anak muda, taat Gunawan cara paling mudahnya adalah dengan memanfaatkan pertambahan teknologi agar anak muda tertarik.

“Meskipun di tengah pandemi, seharusnya tidak membuat kita meninggalkan berkreasi dan berinovasi. Anak-anak muda yang gabut, kita coba ajak untuk berkegiatan. Misalnya memanfaatkan dunia digital untuk mencari rezeki, menciptakan konten-konten kreatif lewat berbagai aplikasi, dan lain-lain, ” ujarnya.

Tatkala itu, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruhzanul Ulum menilai, peran ulama serta tokoh agama sangat dibutuhkan dalam upaya pemberantasan narkoba. Pasalnya, menurut Uu, persoalan narkoba tidak cukup diberi sanksi. Namun, perlu pendekatan agama.

“Harus dibangun keimanannya agar kuat sehingga tumbuh kesadaran bakal bahaya barang haram tersebut, “ kata Uu di berbagai media. [wri]