Pemangku Kota Semarang Sebut Keterisian Tempat Tidur Pasien Covid-19 Penuh

Merdeka. com – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi melahirkan banyak rumah sakit pada Ibu Kota Jawa Tengah ini yang kondisi keterisian peraduan untuk penanganan COVID-19 sudah mencapai 100 komisi.

“Kalau informasi kalau rumah sakit sempurna itu iya, tetapi jika ketersediaan tempat tidur pada tempat-tempat karantina tidak, ” katanya di Semarang dilansir Antra, Selasa (15/6).

Ia meminta kelompok tidak perlu risau secara kondisi tersebut. Dari mutlak 1. 771 tempat rebah di seluruh rumah melempem dan tempat karantina pada Kota Semarang, kata tempat, tingkat keterisiaannya saat ini sudah mencapai 82 obat jerih.

Menurut dia, meski terjadi kenaikan kasus COVID-19 selama dua pekan final ini, angka kesembuhan di Kota Semarang juga pas tinggi.

“Kalau misalnya tempat karantina dalam rumah dinas wali tanah air penuh, besoknya pasti berkurang karena ada yang sembuh, ” katanya.

Ia juga mengimbau pemangku rumah sakit untuk mengoper pasien yang kondisinya sudah membaik ke tempat-tempat karantina untuk menambah ketersediaan wadah tidur.

Wali kota yang akrab disapa Hendi ini juga sudah menyiapkan alternatif untuk menambah tempat-tempat karantina.

Ia menjelaskan setidaknya tersedia tiga lokasi yang disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan pasien COVID-10, seperti gedung kos mahasiswa UIN Semarang, gedung milik salah satu gereja di kawasan Marina, beserta bangunan sebuah rumah rendah yang sudah berdiri namun belum mengantongi izin operasional.

Ia menodong masyarakat untuk meningkatkan kedisiplinan terhadap protokol kesehatan.

“Mau varian anyar atau varian lama, cocok berbahayanya. Penyebarannya cepat. Semua harus lebih disiplin, lebih waspada, lebih ketat dalam protokol kesehatan, ” tandas Hendrar. [ray]