Pemprov DKI Awasi Peredaran Ikan Jelang Natal dan Tahun Baru

Merdeka. com – Jelang Natal 2020 dan tahun baru 2021, Negeri Provinsi DKI Jakarta mengawasi penjualan ikan. Pengawasan untuk memastikan ikan yang di jual di pasaran selamat dari kandungan bahan kimia berbahaya.

Guna mengawasi hal tersebut, Dinas Ketahanan Pangan, Bahari, Pertanian (KPKP) DKI Jakarta memonitoring Pasar Ikan Grosir Muara Angke, Jakarta Utara, pada Sabtu (19/12). Dinas KPKP mengambil 65 contoh yang terdiri dari ikan, udang dan cumi-cumi dari Pasar Ikan Grosir Muara Angke.

“Hasil uji 100 persen luput formalin, jadi aman digunakan, ” kata Plt Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Suharini Eliawati, Minggu (20/12).

Selain ikan, Dinas KPKP juga mengawasi perputaran komoditas pangan lainnya. Pengawasan mau dilakukan di sejumlah lokasi pelelangan ikan hingga pasar modern pada DKI Jakarta.

“Pelaksanaan pengawasan serupa juga akan dilakukan di lokasi-lokasi Tempat Pelelagan Ikan (TPI), pasar modern atau swalayan di DKI Jakarta, ” tutupnya.

Pemprov DKI Jakarta memutuskan tidak akan menggelar perayaan tahun baru 2021. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, mengatakan pembatasan kegiatan atau pencegahan kerumunan saat malam tahun baru bertujuan mencegah penyebaran Covid-19.

“Kita membatasi kegiatan-kegiatan malam tahun baru, di DKI Jakarta tidak ada perayaan tahun mutakhir, ” kata Ariza di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (14/12).

Selain meniadakan perayaan, Ariza mengimbau warga Ibukota buat tidak liburan ke luar praja dan meminta warga di panti saja bersama keluarga.

“Kami sudah koordinasi dengan Kapolda, Pangdam Jaya, dan seluruh barisan Forkompinda untuk antisipasi libur panjang. Antara lain kita membatasi kegiatan-kegiatan suangi tahun baru, di DKI Jakarta tidak ada perayaan tahun perdana, kita minta semua warga Jakarta berada di rumah bersama anak dan gak keluar kota, ” bebernya.

Pemprov DKI juga telah membuat surat informasi pembatasan kegiatan di tempat rekreasi atau hiburan.

“Kami minta tidak ada kegiatan perayaan tahun baru yang tidak pantas dengan aturan PSBB transisi. Wadah wisata dan hiburan juga ana batasi jumlahnya dan jamnya, ” ucapnya.

Sementara tersebut, terkait perayaan Natal 2020, Ariza menyatakan telah berkoordinasi dengan pemuka agama Kristen dan Katolik buat membatasi jumlah jemaat yang melaksanakan misa tatap muka.

“Kami terima kasih kepada pimpinan agama Kristen dan Katolik dengan terus berkoordinasi dan menyambut tertib perayaan Natal 2020 dengan menyekat jumlah yang hadir namun tetap diadakan perayaan natal di panti ibadah dengan melaksanakan protokol kesehatan tubuh, ” tandasnya. [ray]