Pemuda Meninggal Usai Divaksinasi, DPR Minta Penggunaan AstraZeneca Disetop

Langgas. com – Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay meminta penggunaan vaksin AstraZeneca sebagai vaksin Covid-19 sebaiknya dihentikan tanpa menduduki rekomendasi Komnas KIPI. Menyusul kematian pemuda asal Jakarta Trio Fauqi Virdaus sesudah sehari mendapat vaksinasi merk AstraZeneca.

Taat meminta pemerintah menerapkan dasar kehati-hatian. Serta menjamin vaksinasi aman untuk masyarakat.

“Sebaiknya, ditunda zaman. Prinsip kehati-hatian harus diterapkan. Harus dipastikan bahwa vaksinasi yang dilakukan aman serta bermanfaat, ” ujar Taat kepada wartawan, Selasa (11/5).

Saleh memperhitungkan, pemerintah perlu mempertimbangkan dalih keamanan untuk pemakaian vaksin AstraZeneca. Penghentian sementara diperlukan hingga ada penjelasan akademik bahwa vaksin asal Inggris itu aman digunakan.

“Jika memang sudah ada penjelasan akademik bahwa yang menyatakan AstraZeneca itu aman, ya, silakan buat diambil kebijakan lebih sendat, ” ujar Ketua Fraksi PAN DPR RI tersebut.

Saleh meminta Indonesia belajar dari negeri2 di eropa yang meninggalkan penggunaan vaksin AstraZeneca karena efek setelah vaksinasi dengan tidak aman. Perlu ada penelitian lebih lanjut terhadap keamanan vaksin Covid-19 merk AstraZeneca oleh para pakar.

“Jika perlu dilakukan lagi upaya-upaya pengkajian lebih lanjut terkait AstraZeneca ini. Sebab di Eropa semakin banyak yang mengakhiri vaksin AstraZeneca ini, ” jelas Saleh.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan belum berencana menyetop penggunaan vaksin Covid-19 merk AstraZeneca. Walaupun, muncul kasus kematian yang diduga terkait dengan kandungan vaksin AstraZeneca.

Direktur Pencegahan dan Pengoperasian Penyakit Menular Langsung Departemen Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengatakan keputusan penyetopan penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca diambil setelah mendapat hasil kupasan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI).

“Belum (berencana mengakhiri penggunaan vaksin Covid-19 merk AstraZeneca). Kita tunggu BPOM dan ITAGI, ” katanya saat dihubungi, Selasa (11/5).

Sebagai fakta, Komisi Nasional Kejadian Turutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) tengah melakukan investigasi kepada kematian Trio Fauqi Virdaus. Trio Fauqi Virdaus meninggal dunia sehari setelah melaksanakan vaksinasi AstraZeneca.

Ketua Komnas KIPI, Hindra Irawan Satari mengatakan lembaganya merekomendasikan jenazah Trio Fauqi Virdaus diautopsi untuk mengetahui keterkaitan antara kematiannya dengan vaksinasi Covid-19 AstraZeneca. Rekomendasi tersebut ditujukan kepada Departemen Kesehatan.

“Komnas hanya mengeluarkan rekomendasi, pelaksananya adalah Kemkes, ” ujarnya.

Trio Fauqi Virdaus meninggal dunia di Kamis (6/5). Pria berumur 22 tahun itu meninggal setelah disuntik vaksin AstraZeneca pada Rabu (5/5).

Usai mendapatkan vaksin AstraZeneca, pemuda asal Jakarta itu merasa demam. Kondisinya kemudian melemah dan sedang mengalami demam hingga Kamis. Trio Fauqi Virdaus wafat dunia di salah mulia rumah sakit Jakarta jam 12. 30 WIB. [rnd]