Pemungutan Suara Ulang Pilkada Surabaya Digelar di TPS 46 Kedurus

Merdeka. com – Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Surabaya 2020 digelar pada Tempat Pemungutan Suara (TPS) 46 Kelurahan Kedurus, Kecamatan Karang Pilang, Kota Surabaya, Jawa Timur, Minggu. Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya Soeparyitno mengatakan PSU kali ini sebagai tindak sendat dari rekomendasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Surabaya. Mengingat pada pemungutan suara pilkada pada 9 Desember lalu, ada salah seorang petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) memberikan nomor ke sejumlah surat suara.

“Sesuai regulasi yang ada, pemberian nomor itu terlepas tujuannya baik dalam rencana memudahkan penghitungan jumlah suara, tetapi tidak bisa dibenarkan, sehingga terbitlah rekomendasi Bawaslu, ” katanya, dilansir Antara, Minggu (13/12).

Untuk itu, lanjut dia, pihaknya berharap angka partisipasi di TPS 46 tetap tinggi seperti sebelumnya. Ia mengatakan jika melihat situasi riil pada Minggu ini, warga tetap antusias menggunakan hak pilihnya

“PSU ini pula dipantau Bawaslu Surabaya dan Jatim, ” katanya.

Mengenai tindak lanjut rekomendasi Bawaslu Surabaya lainnya, yakni PSU di TPS 39 Kelurahan Kertajaya, Kecamatan Gubeng, Soeprayitno mengatakan pihaknya belum melayangkan surat balasan resmi ke Bawaslu Surabaya.

Sebagaimana rapat KPU Surabaya, lanjut dia, pihaknya akan mengirim surat balasan dan kajian berdasarkan regulasi yang tersedia, salah satunya Peraturan PKP tentang pemungutan suara, dimana rekomendasi Bawaslu sudah lewat atau lebih perut hari sejak dilaksanakan pemungutan pandangan.

“Kita sampaikan ke Bawaslu, mungkinkah KPU menindaklanjuti rekomendasi PSU itu, sementara batas waktu diterbitkannya rekomendasi itu sudah diatas waktu, ” katanya.

Pada prinsipnya, lanjut dia, KPU Surabaya siap mengikuti regulasi yang ada terkait pungut, hitung serta rekap suara Pilkada Surabaya.

“Secara spesifik, kami tak bisa menyebut tidak bisa dilaksanakan PSU di Gubeng. Tapi kita akan menjawab rekomendasi Bawaslu Surabaya dengan disertai kajian hukum yang ada terlebih soal PKPU yang ada, ” katanya pula.

Ketua Panitia Pelaksana Kecamatan (PPK) Karangpilang Rohim mengaku tersedia unsur ketidaksengajaan dilakukan oleh petugas KPPS dengan memberikan tanda cetakan di surat suara.

“Unsur ketidaksengajaan dia dan ketidaktahuan dia menandai nomor 1 sampai 100 misalnya dan itu sebab di surat suara itu rangkap, sehingga spontan dia menulis tersebut. Jadi tidak ada unsur lain selain ketidaksengajaan, ” katanya.

Rohim menambahkan saat pemungutan suara pada 9 Desember 2020, setidaknya ada 216 warga yang menggunakan hak pilihnya dari total 452 daftar pemilih tetap (DPT).

Pilkada Surabaya 2020 diikuti pasangan Calon Wali Tanah air dan Wakil Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Armuji. Paslon nomor urut 01 tersebut diusung oleh PDI Perjuangan dan didukung oleh PSI. Selain itu, mereka juga mendapatkan tambahan kekuatan dari enam partai politik nonparlemen, yakni Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Hanura, Partai Berkarya, PKPI, dan Partai Garuda.

Namun pasangan Machfud Arifin-Mujiaman dengan bagian urut 02 diusung koalisi delapan partai, yakni PKB, PPP, PAN, Golkar, Gerindra , PKS , Demokrat dan Partai NasDem serta didukung partai nonparlemen yakni Partai Perindo. [eko]