Pengembangan Insentif PLTS Atap Diharapkan Bisa Terealisasi di 2022

Langgas. com – Pemerintah terus memajukan pemasangan Pembangkit Listrik Gaya Surya (PLTS) atap jadi salah satu pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT). Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) saat itu tengah melakukan revisi Peraturan Menteri (Permen) ESDM Cetakan 49 Tahun 2018 mengenai PLTS Atap oleh Konsumen PLN.

Eksekutif Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana, berharap revisi peraturan perkara PLTS atap tersebut mampu segera diterbitkan oleh Gajah ESDM Arifin Tasrif. Dengan begitu, Dadan meyakini penerapan pembangkit listrik dari genting rumah akan menjadi booming di 2022, lantaran klub bakal mendapat perluasan dorongan untuk pemasangannya.

“Rencananya kami akan menerapkan kuotanya itu 100 persen. Jadi 100 persen yang akan diproduksi oleh konsumen, 100 persen juga mampu dititipkan ke PLN, & 100 persen juga mampu diambil. Sehingga ini memberikan insentif tambahan, ketertarikan asosiasi untuk memasang, ” ujarnya dalam rapat dengar prinsip bersama Komisi VII DPR RI, Kamis (3/6).

Melalui revisi Permen 49/2018, pemerintah akan memberikan sejumlah insentif kepada masyarakat dan pelaku industri yang memasang PLTS atap. Baru, penghitungan tagihan listrik berdasarkan jumlah kWh yang diimpor dari PLN dikurangi poin kWh ekspor yang terekam pada meter kWh ekspor-impor, dari semula dikali 65 persen menjadi 75-90 upah.

Berikutnya, penambahan serapan kelebihan listrik sebab pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik dari awal hanya tiga bulan diperpanjang menjadi lima bulan. Selanjutnya, pengurangan biaya pengalihan kewajiban capacity charge, terutama untuk industri yang awalnya berfaedah 40 jam lalu dikurangi menjadi hanya jam saja.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6. com [azz]