Peristiwa Covid-19 di Jakarta: Pemprov Menutup Sementara 41 Perusahaan

Merdeka. com – Kepala Dinas Tenaga Kegiatan, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta Andri Yansyah menyatakan telah melakukan sidak terkait protokol kesehatan Covid-19 dalam 3. 290 perusahaan. Data itu sejak PSBB masa transisi 8 Juni sampai 7 Agustus 2020. Sejumlah perusahaan mendapatkan peringatan hingga ditutup sementara.

“Dari jumlah itu ada 389 perusahaan mendapatkan peringatan pertama, 101 peringatan kedua dan 41 ditutup sementara, ” kata Andri dalam keterangan tertulis, Minggu (9/8).

Sebanyak 34 dari 41 kongsi tersebut ditutup sementara karena ditemukan karyawan terpapar Covid-19. Rinciannya, 10 Perusahaan di Jakarta Pusat, 3 perusahaan di Jakarta Barat, 3 di Jakarta Utara, sembilan dalam Jakarta Timur, dan sembilan perusahaan di Jakarta Selatan.

Sebanyak tujuh perusahaan sempat ditutup karena tidak patuh dalam pengamalan protokol kesehatan. Rinciannya, satu pada Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Jakarta Timur. Kemudian ada 4 perusahaan di Jakarta Selatan.

Sebelumnya, jumlah kasus membangun virus Corona atau Covid-19 baru di DKI Jakarta bertambah 686, Sabtu (8/8/2020). Ini merupakan rekor penambahan kasus tertinggi di Jakarta sejak awal pandemi Covid-19, Maret 2020.

Rekor penambahan jumlah kasus baru tertinggi dalam Jakarta sebelumnya terjadi pada Jumat 7 Agustus yakni, 658 orang. Dengan adanya penambahan 686 urusan baru, maka jumlah pasien tentu Covid-19 di Jakarta mencapai 25. 287 orang.

Total tersebut berdasarkan data dari Departemen Kesehatan. Dari data yang sepadan, secara keseluruhan kasus Covid-19 meningkat 2. 277 hingga Sabtu pukul 12. 00 WIB.

Adapun total pasien yang terkena Covid-19 di tanah air mencapai 123. 503 orang. Penambahan kasus baru itu didapat dari pemeriksaan 30. 565 spesimen dalam 24 jam terakhir.

Reporter: Ika Defianti
Sumber: Liputan6. com [noe]