PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, Pegawai Tetap Pakai PeduliLindungi Mulai tujuh September

Merdeka. com – Menteri Pada Negeri Tito Karnavian mendatangkan instruksi terbaru terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di daerah Jawa-Bali. Instruksi bernomor 38 Tahun 2021 ini mengakui industri berorientasi ekspor serta penunjangnya beroperasi dengan mewajibkan pegawai menggunakan aplikasi PeduliLindungi setiap masuk dan pulang kerja mulai 7 September 2021.

“Wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi mulai tanggal 7 September 2021, pengaturan masuk dan kembali, serta makan karyawan tidak bersamaan, ” tulis Tito dalam instruksinya, seperti dikutip Selasa (31/8).

Tito menegaskan, kapasitas pegawai kantor sektor industri berorientasi ekspor hanya diperbolehkan 10 persen dari total daya ruang. Kemudian, perusahaan pula wajib mengatur jam masuk dan pulang pegawai mengikuti giliran makan mereka supaya tidak serentak.

“Atur jam masuk & pulang, serta makan pekerja tidak bersamaan, ” tertera dalam Instruksi Nomor 38 Tahun 2021.

Perusahaan sektor industri berorientasi ekspor adalah perusahaan yang mampu membuktikan contoh dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) selama 12 (dua belas) bulan terakhir atau sertifikat lain yang menunjukkan program ekspor.

“Mereka juga wajib memiliki Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI) dengan menghiraukan pengaturan teknis dari Departemen Perindustrian, ” sebut Tito.

Sebagai bahan, staf pabrik atau penerapan perusahaan sektor industri mengarah ekspor hanya dibolehkan satu (satu) shift yang berfungsi setiap harinya dengan kapasitas maksimal 50%.

Seperti diberitakan, Presiden Joko Widodo atau Jokowi kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 2-4 di Jawa Bali berangkat 31 Agustus sampai enam September 2021.

Sumber: Liputan6. com.
Reporter: M Radityo. [yan]