Respons Anies 239 ASN Tidak Mau Naik Jabatan Karena TGUPP

Merdeka. com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menetapkan sikapnya menegur 239 Aparatur Sipil Negara (ASN), di dalam Senin (10/5), merupakan pengingat agar para ASN patuh terhadap segala aturan dalam lingkup Pemprov DKI.

“Mereka diharuskan jadwal biar mereka banyak baru-baru. Karena itu ditegur (akibat ASN tidak mendaftar), ” ujar Anies usai meninjau RW 5 Kelurahan Sunter, Jakarta Utara, Rabu (19/5).

Disinggung menerjang alasan ASN tidak bakal mendaftar akibat peran TGUPP, Anies tidak menyampaikan simpulan apapun.

Secara terpisah, Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) meminta Anies beserta jajarannya untuk melakukan evaluasi atas perihal tersebut. Sebab aneh bila ASN menolak kenaikan bagian, terutama di Jakarta.

Plt Direktur KPPOD, Arman Suparman mengatakan, jarang ketika ada ASN menumpukan untuk naik jabatan. Menetapi kenaikan jabatan sangat dibutuhkan ASN untuk jenjang penghidupan dan juga peningkatan pendapatan.

“Jadi patuh saya, meskipun Pak Anies marah, saya kira menjelma refleksi buat Pemprov DKI dan pak gubernur. Karena masalah seperti ini hidup ini kan aneh, ” katanya saat dihubungi mandiri. com, Selasa (11/5)

Dia menduga, ASN di Pemprov DKI tahu jika kenaikan jabatan eselon II hanya akan melahirkan masalah. Hal tersebut alhasil menyebabkan 239 dari 498 ASN lolos seleksi administrasi memutuskan untuk tak meneruskan tanpa ada pemberitahuan.

“Jangan sampai lembaga di eselon II selama ini tidak sesuai jalan, tidak sesuai job desk posisi tersebut. Sehingga para-para kandidat yang memenuhi sarana enggak mau ngikuti perintah, ” tambah Arman.

Untuk itu, dia menyarankan, Anies untuk melakukan evaluasi kerja dan juga panitia lelang jabatan itu. “Karena yang lebih tahukan pak gubernur, panitia lelang juga harus dilihat bungkus gubernur, ” terangnya.

Pandangan serupa pula disampaikan, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono. Dia menyelami para ASN ini tak ingin naik jabatan pasal ada posisi Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP). Peran TGUPP dinilai benar sentral.

“Ini disinyalir disebabkan oleh peran TGUPP yang sangat pokok, ” katanya kepada merdeka. com.

Tempat mengaku sudah sering mendengar keluhan para ASN Pemprov DKI Jakarta terkait keberadaan TGUPP. Untuk itu, Anies diminta untuk menelusuri lebih jelas penyebab 239 ASN menolak untuk mengikuti seleksi jabatan eselon II.

“Harusnya Pak Anies menelusuri lebih dalam kenapa ini terjadi, ” tegas Gembong. [eko]